KPU Sukoharjo Cermati Data Ganda Pilgub Jawa Tengah

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Sukoharjo terus menyisir data ganda pemilih Pilgub Jawa Tengah 2018 sebanyak 10.326 orang. Pemilih tersebut diketahui memiliki data ganda untuk kategori ganda NIK dan ganda identik. Penyisiran data dilakukan mulai 3 – 9 April.

Komisioner KPU Sukoharjo Mulad Bayu Aji, Kamis (5/4) mengatakan, data yang didapat KPU Sukoharjo diketahui ada data ganda pemilih Pilgub Jawa Tengah 2018 sebanyak 10.326 orang. Rinciannya, data ganda identik 3.519 orang dan ganda NIK 6.807 orang. Temuan data tersebut menyebabkan masalah mengingat pemilih harus tunggal. Artinya satu orang berhak menjadi dan memiliki satu hak suara saja.

KPU Sukoharjo menemukan data ganda bersama Panwaskab setelah dilakukan uji publik di seluruh desa dan kelurahan disemua kecamatan. Petugas mendapati sendiri dalam daftar pemilih sementara (DPS) ada data atau pemilih ganda.

Data tersebut dikategorikan ganda identik karena ada kesamaan dalam beberapa hal seperti nama, alamat, Nomor Induk Kependudukan dan lainnya. Pemilih yang masuk kategori data identik bisa terdata serta memiliki lebih dari satu tempat dan suara.

"Pemilih kategori data identik bisa terdata di TPS A Desa B dan bisa juga terdata di TPS B Desa A. Data ini tidak boleh dibiarkan dan akan segera kami bersihkan," ujar Mulad Bayu Aji.

Untuk data kategori ganda NIK karena yang sama NIKnya. Data ini juga masuk program pembersihan oleh KPU Sukoharjo. Pembersihan dilakukan secepatnya untuk meminimalisir potensi pelanggaran. Selain itu juga demi kelancaran pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah 2018.

KPU Sukoharjo sudah mengambil langkah sebelum dilakukan pembersihan dengan pencermatan. Petugas mencermati data baik dari kategori ganda identik dan NIK. Pencermatan dilakukan dengan menerjunkan petugas memeriksa data sekaligus pengecekan ke warga pemilih.

Pencermatan data dan warga pemilih dimaksudkan untuk mencocokan sekaligus konfirmasi. Nantinya akan diketahui pasti status warga pemilih tersebut.

"Data kami untuk ganda identik paling banyak berada di Kecamatan Grogol 858 orang dan Kecamatan Kartasura 598 orang. Sedangkan data ganda NIK paling banyak juga di Kecamatan Grogol 1.247 orang dan Kecamatan Kartasura 1.050 orang," lanjutnya. 

Ketua Panwaskab Sukoharjo Bambang Muryanto membenarkan temuan data tersebut. Panwaskab sudah meminta kepada KPU Sukoharjo untuk melakukan pencermatan dan perbaikan data. Data ganda tidak boleh terjadi dalam proses pemilu.

"Harus segera diselesaikan tidak boleh ada ganda dan dibersihkan. Artinya hanya ada satu suara atau hak pilih untuk satu orang," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI