Legislatif-Eksekutif  Terancam ‘Dikandang’ Jika Rehabilitasi Pasar Sayur Tetap Diteruskan

Editor: Ary B Prass

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com– Tuduhan terhadap DPRD Banjarnegara sebagai pihak yang  menghentikan secara sepihak kegiatan rehabilitasi pasar sayur Banjarnegara pasca kebakaran pada 11 Maret 2021, dibantah oleh lembaga tersebut.
“Kegiatan dihentikan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PUPR karena dari hasil konsultasi DPRD bersama eksekutif ke berbagai pihak, telah terjadi kesalahan prosedur dalam proses rehabilitasi,” tegas ketua  Komisi III DPRD Banjarnegara, Ryan Aditya Wahyu, didampingi Ketua Komisi II Moh Rahmanudin, saat menerima kedatangan sejumlah perwakilan pedagang pasar sayur, Senin (8/11/2021).
Menurut Ryan,  ada aturan-aturan yang dilanggar dalam prosesya. “Kalau diteruskan, seluruh anggota DPRD dan para pejabat eksekutif bisa ‘dikandang’ karena melanggar hukum,” katanya.
Perwakilan pedagang dipimpin oleh ketua paguyuban pedagang, Nurhayati. Mereka mempertanyakan masalah penghentian kegiatan rehabilitasi pasar sayur dan mengeluhkan berbagai masalah di pasar darurat di depan stadion olahraga Parakancanggah.
Masalah yang timbul diantaranya omset turun karena sepi pembeli, lokasi becek, keamanan kurang dan ada biaya tambahan untuk listrik serta lapak. Mereka meminta DPRD membantu percepatan penyelesaian rehabilitasi pasar sayur.
Kepada perwakilan pedagang, ketua Komisi III DPRD Ryan Aditya Wahyu, mengatakan, pasca kebakaran PPK Dinas PUPR menerbitkan Surat Penanganan Darurat Nomor: 01/APPR/SPR/DPUPR/V/2021 tanggal 12 Mei 2021 kepada Direktur PT Sutikno Tirta Kencana dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor: 05/SPMK/PSR/DPUR/V/2021 tanggal 15 Mei 2021.
Tentang anggaran biaya, bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (non aktif) mengirim surat kepada Ketua DPRD tanggal 13 Juli 2021 tentang pelaksanaan kegiatan rehabilitasi pasar sayur dan rencana pinjaman daerah Rp 20 miliar untuk membiayai kegiatan tersebut. Bupati memohon agar permohonan dapat disepakati oleh DPRD pada saat pembahasan KUA PPAS Perubangan Tahun 2021.
Jadwal pelaksanaan rehabilitasi pasar sayur selama 150 hari, mulai 15 Mei 2021 – 11 Oktober 2021. Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR menghentikan kegiatan Rehabilitasi Pasar Sayur Banjarnegara per tanggal 13 September 2021, setelah menjadi sorotan DPRD karena diduga keras dalam prosesnya terjadi maladminitrasi.

BERITA REKOMENDASI