Longsor dan Banjir Lancda Cilacap

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Terjadi banjir bandang dan tanah longsor di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap, menyusul hujan lebat yang terjadi di wilayah Barat Cilacap, Rabu (27/10/2021) malam. Bencana alam tersebut tersebut menyebabkan satu unit kios Pasar mengalami rusak berat, 10 kios lainnya rusa-rusak, Jembatan Cigegemeh rusak-rusak dan Jalan Kabupaten di Komplek Pasar Karanggendot rusak-rusak sepanjang 100 meter akibat tertimbun tanah longsor.

Sebanyak 200 rumah di Dusun Karangnangka, Dusun Karanggendot dan Dusun Kroya Desa Limbangan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Banjir juga merendam rumah warga Dusun Nyakra Desa Salebu Kecamatan Majenang dan area persawahan.

Sedang tebing dengan tinggi sekitar 15 meter mengalami longsor dan mengancam 5 rumah warga RT 07 RW 12 Dusun Ciherang Desa Limbangan Kecamatan Wanareja. Tebing longsor tersebut mengkaibatkan jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah dusun tersebut terputus, akibat tertutup longsoran tanah.

Rabu sore hingga malam, terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai petir di wilayah Barat Kabupaten Cilacap yang meliputi 5 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Majenang dan Kecamatan Wanareja. Kondisi tersebut mengakibatkan aliran Sungai Cigegemeh meluap dan melimpas ke perumahan padat penduduk dan komplek Pasar Karanggendot Desa Limbangan.

Sedangkan di daerah pegunungan, air hujan telah menyebabkan struktur tanah labil dan tebing longsor menimpa beberapa rumah warga yang ada dibawahnya. “Untuk kejadian banjir tidak ada yang mengungsi, karena malam itu banjir surut setelah hujan mereda,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Wijonardi, Kamis (28/10/2021).

Sehingga warga yang rumahnya terdampak banjir, langsung melakukan pembersihan lumpur yang masuk rumahnya. Sedang masyarakat Dusun Ciherang, Dusun Ciheulet, Dusun Golempang dan Kroya yang terdampak tebng longsor, tengah bekerja bakti menyingkirkan tanah yang yang menutup badan jalan.

Terkait mulai munculnya bencana alama di Cilacap, Wijonardi mengimbau warga yang bermukim di wilayah rawan bencana alam agar waspada dan berhhati-hati. Apalagi BMKG telah menginformasikan dalam 3 hari ke depan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus signifkan terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, terkait dengan munculnya Siklon Tropis Malou dan bibit siklon lain di belahan bumi Utara.

Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus itu dapat mengakibatkan cuaca ekstrem dengan hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang, puting beliung. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Dijelaskan, 48,6% dari 269 desa 15 kelurahan pada 24 kecamatan di Cilacap, merupakan wilayah rawan bencana. Diantaranya, 131 Desa pada 21 Kecamatan merupakan rawan banjir, 94 desa pada 12 kecamatan rawan tanah longsor, 73 desa 19 kecamatan rawan kekeringan dan 38 desa 17 kecamatan 10 kecamatan rawan tsunami. (Otu)

BERITA REKOMENDASI