Longsor di Cilacap, 3 Rumah dan 18 Ternak Tertimbun

Editor: Agus Sigit

CILACAP, KRJOGJA.com – Terjadi tanah longsor pada 17 titik di Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap. Dari hasil inventarisasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, ditemukan  3  unit rumah warga hilang  tertimbun longsoran tanah, 2 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak ringan dan 49 unit rumah terancam longsor.

“Selain itu ada 1 unit jembatan ambruk, sawah seluas 2 hektar dan perkebunan seluas 2 hektar juga turut terdampak longsor,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Wijonardi, Jumat (01/04/2022).

Dalam peristiwa itu material longsoran dari bagian perbukitan telah menimbun areal persawahan dan permukiman warga yang berada di bawahnya. Adapun material longsor lainnya juga terbawa aliran Sungai Cireueui dan berdampak ke areal persawahan di wilayah Desa Cileumeuh.

Dampak dari kejadian itu, sebanyak 18 hewan ternak, masing-masing 2 ekor sapi dan 16 ekor kambing hilang tertimbun tanah longsor. “Namun dari kejadian itu diketahui tidak dampai menelan korban jiwa, akan tetapi  sebanyak 215 jiwa dari 72 KK terdampak,”lanjutnya.

Menururnya, peristiwa itu bermula ketika pada hari Kamis (31/03/2022) sore, di wilayah tersebut terjadi hujan lebat  disertai petir. Menyebabkan tanah yang ada gembur, sehingga menimbulkan tanah longsor.

Adapun kondisi terakhir di lokasi, jalan desa lumpuh total tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan sulit untuk dilewati dengan jalan kaki. Jaringan listrik padam dan beberapa warga ada yang mengungsi di rumah kerabat terdekat, karena rumahnya hilang atau rusak-rusak, sehinhga tidak bisa ditempati.

“Sebagai upaya percepatan penanganan bencana tanah longsor tersebut, BPBD Kabupaten Cilacap telah melakukan kaji cepat situasi dan dampak, monitoring, berkoordinasi dengan instansi terkait guna pendirian tenda darurat untuk pengungsian dan dapur umum serta pembersihan material,”lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI