Luas Sawah Berkurang 15 Hektare Per Tahun

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pengurangan luas lahan produktif pertanian menjadi kawasan permukiman dan industri di Kabupaten Karanganyar mencapai 15 hektare per tahun. Cetak baru lahan pertanian menjadi konsekuensi logis penyusutan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan kehutanan (Dispertanbunhut) Supramnaryo Senin (01/08/2016) menjelaskan pemkab tak serta merta membolehkan pengubahan status lahan basah menjadi lahan kering. Urgensinya perlu benar-benar logis, misalnya di area industri dan permukiman.

“Zona hijau tidak boleh berubah. Namun pemerintah tidak menutup mata dengan pengembangan wilayah, sehingga masih bisa ditoleransi menjadi zona kuning dan permukiman. Dengan demikian perlu alasan penguat dengan mempertimbangkan banyak hal untuk alih fungsi lahan,” katanya.

Dia mencontohkan petak lahan pertanian di kawasan industri lebih mudah dialihfungsikan menjadi lahan kering dibanding pengeringan petak di hamparan sawah. Ini merupakan salah satu prinsip alih fungsi lahan yang disepakati Pemkab bersama Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Karanganyar. Selain itu, pengeringan lahan jangan mengganggu target luas tanam padi.

“Pengeringan lahan tercatat rata-rata 15 hektare pertahun untuk kebutuhan industri dan permukiman. Angka itu masih di taraf sedang,” katanya.

Sejauh ini, alih fungsi lahan belum mengganggu target luas tanam 50 ribu hektare dengan produktivitas 314 ribu ton gabah kering giling (GKG) pada 2015. Bahkan capaian luas tanam pada tahun lalu mencapai 52 ribu hektare dan produktivitas 317 ribu ton GKG. Target itu relatif sama pada tahun ini dengan perolehan 70 persen hingga Juli. (M-8)

 

BERITA REKOMENDASI