Mahasiswa UMP Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJogja.com – Untuk mengingatkan generasi milienal,adanya pengkhiatan Partai Komunis Indonesia (PKI), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Senin (30/9/2019) malam menggelar nonton bareng (Nobar) Film Pengkhianatan G30S/PKI yang dilanjutkan Seminar Kebangsaan 'Mewaspadai Bahaya Neo Komunis' diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP.

Kegiatan ini digelar untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda dan untuk memahami bahwa bangsa Indonesia pernah dicederai dan dikhianati oleh Partai Komunis Indonesia.

Wakil Rektor III UMP Akhmad Darmawan,saat dihubungi mengatakan bahwa saat sekarang PKI sudah tidak ada namun ideologi komunis tidak bisa padam. "Oleh karena itu, pihaknya sebagai anak bangsa berupaya untuk mengingatkan generasi milenial untuk memahami bahwa bangsa Indonesia pernah dicederai dan dikhianati oleh Partai Komunis Indonesia," ungkapnya.

Ia, mengaku prihatin karena saat ini ada berbagai kemungkinan terkait dengan bangkitnya ideologi komunis di Indonesia. Menurutnya saat ini tanda-tandanya, hampir sama dengan kondisi pada tahun 1965 PKI itu musuhnya adalah Islam. Hal ini terbukti banyak ulama yang dipersekusi dan sebagainya

"Islam sepertinya akan dibenturkan dengan kekuatan-kekuatan lain. Hal ini menjadi keprihatinan kami, akademisi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto terkait dengan bangkitnya neo komunisme," ungkapnya.

Dandim Banyumas Letkol Inf Candra dan Wakil Rektor III UMP, Akhmad Darmawan.(Foto:Driyanto)

Sebagai upaya mencegah agar hal itu tidak terjadi,maka generasi muda harus paham bahwa sejarah kelam tersebut jangan sampai terulang lagi.Dijelaskan apapun yang terjadi sejak penjajahan hingga terjadinya penghiatan PKI, motifnya adalah permasalahan ekonomi.

"Neo komunis sekarang motifnya adalah motif ekonomi. Kita paham bahwa bangsa ini adalah bangsa yang gemah ripah loh jinawi, apa pun ada di sini sehingga menjadi daya tarik bagi bangsa lain, mungkin bahasa akademisnya kita sedang dikepung dari sisi kemampuan kita di bidang ekonomi," katanya. Berkaitan dengan kondisi itu yang bisa membentengi permasalahan tersebut adalah generasi muda.

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0701/ Banyumas Letkol Infanteri Candra  yang ikut hadir dan menjadi narasumber 'Seminar Kebangsaan' menjelaskan, Ideologi Pancasila yang bersumber dari nilai-nilai luhur kepribadian bangsa harus tetap dipertahankan dan tidak boleh digantikan dengan yang lain.

"Kita melihat bahwa dengan diputarnya film Pengkhianatan G30S/PKI ini sebenarnya kita mengingatkan kita dan juga generasi muda sekarang bahwa dahulu terjadi pemberontakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila," kata Letkol Inf Candra. (Dri)

BERITA REKOMENDASI