Makanan Mengandung Rhodamin Beredar di Pasar Karangreja

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Purbalingga kembali menemukan dua sampel makanan yang mengandung Rhodamin B alias pewarna merah tekstil di Pasar Karangreja. Dua sampel makanan tersebut ditemukan pada jajanan anak yakni Arumanis Cup dan kerupuk canthir.

Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Sugeng Santosa yang menuturkan, tim JKPT  memeriksa 12 sampel makanan yang diduga mengandung formalin dan Rhodamin B. Sampel makanan yang diuji kadar formalinnya yakni pada ikan asin. Tapi pihaknya tidak menemukan kandungan formalin pada sampel ikan asin yang diperiksa.

“Tim JKPT menemukan kandungan Rhodamin B pada kerupuk canthir dan arumanis cup. Walaupun kadar Rhodamin B pada makanan itu sedikit tetap berbahaya kalau dikonsumsi manusia,” tutur Sugeng kepada KRJOGJA.com, Rabu (21/08/2019).

Sugeng bersama tim langsung melakukan pembinaan terhadap penjual makanan tersebut agar tidak lagi menjual makanan yang diindikasi mengandung pewarna tekstil tersebut. Penjual juga diminta mengembalikan stok barang yang masih ada kepada pemasoknya.

Sugeng menambahkan, Dinkes Purbalingga akan melibatkan seluruh puskesmas di wilayah Purbalingga untuk mensosialisasikan bahayanya penggunaan pewarna tekstil pada makanan. Puskesmas diminta bisa berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk menyampaikan edukasi tentang zat berbahaya pada makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat.

Terkait temuan Tim JKPT, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan  Dinas Ketahananan Pangan dan Perikanan (DKPP) Purbalingga Sunarto berharap monitoring keamanan pangan yang dilakukan oleh Tim JKPT Purbalingga tidak hanya sekedar rutinitas. Pada saat-saat tertentu, pihaknya bersama dengan instansi terkait akan melakukan sidak keamanan pangan di beberapa pasar. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi hasil temuan yang tidak disarankan dan mengandung zat tambahan makanan berbahaya,” ujarnya.

Sunarto menekankan para pedagang agar memahami dan teliti terhadap produk-produk yang dijualnya. Pedagang juga harus lebih jeli dan mengetahui asal usul terutama produk makanan yang dijualnya agar nantinya tidak merugikan masyarakat yang mengkonsumsi. “Kami juga akan mengambil langkah preventif dengan pihak keamanan pangan untuk pengendalian keamanan pangan yang ada di Purbalingga,” ujarnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI