Makanan Mengandung Zat Berbahaya Ditemukan di Cilacap

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Ditemukan tahu kuning yang mengandung zat kimia berbahaya jenis Mentanyl Yellow dan cumi kering mengandung pengawet mayat jenis formalin yang beredar di pasar tradisional Cilacap, dalam monitoring Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Kabupaten Cilacap, jelang lebaran, Kamis (27/04/2021).

Sebenarnya, tim mengambil 8 sampel bahan makanan dari Pasar Sidodadi, namun setelah dilakukan tes pada mobil laborat milik Loka BPOM Purwokerto 7 bahan makanan jenis kolang-kaling, bakso, cendol, kerupuk cantir, teri dinyatakan negatif. Sedang 3 sampel dari Pasar Gede menemukan 1 positif formalin yaitu cumi kering.

“Kalau untuk harga-harga, 9 bahan pokok menurut saya masih stabil. Minggu yang lalu, daging lehor ayam negeri sekilo Rp 40 ribu, tadi saya tanya pedagang sudah turun Rp 38 ribu, yang ayam masih kampung Rp 70-an,” kata Ketua TJKPD yang Sekda Cilacap Farid Ma’ruf.

Menurutnya, dari pemantauan di pasar modern di pusat pembelanjaan, ditemukan produk makan yang kemasannya sudah rusak, produk kadaluarsa, dan produk repacking tie. “Produk rusak, diantaranya cumi-cumi kering produksi Laut Cilacap Jawa Tengah yang berjamur, dan fruit cocktail in syrup produksi Harvest Delight yang kemasannya rusak,”lanjutnya.

Selanjutnya produk kadaluarsa, diantaranya, Remia Yoghurt Dressing yang sudah habis masa layak pakainya pada 25 Maret 2021. Untuk produk repacking tie atau produk kemasan ulang yang tidak memiliki ijin edar maupun tanggal kadaluarsa seperti Pakang Belah (ikan asin), Ikan Jambal (Ikan Asin) dan Sweet Tamarind produksi Thailand.

Dijelaskan, produk yang ditemukan rusak dan kadaluwarsa akan dilakukan tindakan dengan menurunkan dari display dan kemudian diretur ke supplier untuk ditindak lanjuti. (Otu)

BERITA REKOMENDASI