Mbah Jumirah Hidup Sebatangkara, Tanpa Bantuan Sosial PKH

MATA Mbah Jumirah berkaca-kaca. Tangannya yang keriput sedikit gemetar menerima satu kantung beras yang disodorkan Kepala Kelurahan Wirasana, Afiati, Kamis (17/2/2022). Bagi perempuan 76 tahun itu, rizki yang datang tiba-tiba itu benar-benar sebuah berkah.

“Saya tidak sengaja mampir ke rumah Mbak Jumirah. Awalnya lagi mengikuti kegiatan pengukuran tanah. Terus diajak Pak RT mampir ke rumah Mbah Jumirah,” tutur Afiati.

Sebelum tiba di rumah Mbah Jumirah, Afiati sudah mendengar kisah hidup perempuan sebatangkara itu. Karenanya, Afiati kembali ke kantornya mengambil satu kantong beras yang kemudian diserahkan kepada Mbah Jumirah.

Ketua RT 4 RW 1 Wirasana, Slamet Sudarso mengungkapkan, sebelumnya, Mbah Jumirah tinggal di luar kelurahan Wirasana. Cukup lama menjanda, Mbah Jumirah yang tidak punya anak itu pindah ke Wirasana pada 2007. Di lingkungan RT 4 RW 1 itu, Mbah Jumirah tinggal di sebuah rumah milik kerabatnya.

“Untuk kebutuhan makan sehari-hari, kami bersama warga sekitar bergantian yang menyediakan,” ujar Slamet Sudarso.

BERITA REKOMENDASI