Memohon Kemarau Berakhir, Warga Salat Istisqo di Alun-alun Purbalingga

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRjogja.com  – Kemarau berkepanjangan yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia, bisa jadi merupakan teguran tuhan. Karenanya, semua warga, khususnya umat Islam diminta agar muhasabah (mawas diri).

"Di Indonesia, warga bebas menjalankan ibadah. Selalu ada jamaah salat di masjid-masjid. Tapi maksiyat juga masih marak di negeri ini," tutur KH Roghib Abdurohman, saat menjadi khotib salat istisqo di alun-alun Purbalingga, Jumat pagi (27/9). Salat berjamaah di lapangan terbuka itu diikuti sekitar 5 ribu warga kota Purbalingga.

Selain maksiyat yang masih banyak terjadi, masih banyak umat Islam yang mengabaikan rukun Islam keempat, yakni menunaikan zakat.
Padahal zakat berfungsi untuk membersihkan harta yang diperoleh.

"Mari kita perbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah," ujar Roghib.

Salat Istisqo yang merupakan ritual permohonan agar Allah menurunkan hujan itu dilaksanakan serentak di 18 wilayah kecamatan se Purbalingga. Di Purbalingga, bertindak sebagai imam salat KH Muzni Tanwir yang membacakan Surat Al-ala dan Surat Al-ghosiyah.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan, kemarau selama hampir setahun mengakibatkan krisis air bersih bagi warga. Pemkab pun harus mengirim ratusan ribu liter air berih untuk warga di kawasan terdampak kekeringan.

"Dengan salat istisqo  bersama ribuan warga Purbalingga, kami berharap Allah segera menurunkan hujan di Purbalingga," ujarnya.  (Rus)

BERITA REKOMENDASI