Menara Pandang Teratai Tambah Kelengkapan Pendukung

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Menyikapi munculnya gejolak terkait hambatan operasional Menara Pandang Teratai di Jalan Bung Karno Purwokerto Banyumas Jawa Tengah beberapa waktu lalu, Yayasan Tri Bhakti Pratista (TRIBHATA) menggelar audiensi dengan Bupati Banyumas Ahmad Husein, Jumat (13/05/2022).

Ketua Pembina Yayasan TRIBHATA Banyumas, Nanang Sugiri SH menjelaskan pada pertemuan itu dibahas beberapa hal terkait polemik yang berkembang dimasyarakat, berkaitan operasinya Objek Wisata Menara Pandang Teratai tentang kemanan dan kenyamanan yang sempat dikeluhkan. Yayasan TRIBHATA mendukung atas di bangunnya Menara Pandang Teratai Purwokerto sebagai ikon harmoni kerukunan antar umat beragama yang ada di Kabupaten Banyumas yang juga sekaligus sebagai tempat wisata.

Kemudian meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas untuk segera melengkapi dan menyelesaikan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Hal itu sebagai persyaratan bagi menara pandang yang merupakan kategori wisata destinasi tinggi sesuai dengan regulasi agar masyarakat yang ingin berwisata merasa aman dan nyaman.

“Kami juga meminta kepada Bupati atau Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengambil langkah-langkah atau tindakan-tindakan tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku kepada pihak-pihak terkait jika ditemukan adanya pelanggaran-pelanggaran yang berdampak / berpotensi merugikan Pemerintah Daerah maupun masyarakat atas berdiri dan beroperasinya Menara Pandang Teratai Purwokerto,” kata Nanang Sugiri.

Menanggapi masukan tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein didampingi Direktur BLUD Yanuar dan Kabid Pembangunan Jalan Jembatan DPU Banyumas Widodo Sugir menjelaskan terkait traouble pada lift sebenarnya sudah bisa di atasi. Di menara tersebut terdapat dua lift, yakni manual dan elektric touch screen.

Lift yang mengalami kendala justru yang elektrik, namun saat ini sudah teratasi dengan penggantiap Control Operation Panel (COP) yang baru. Saat terjadi trouble diduga sensor COP mengalami kendala, namun pada lift manual justru tidak ada masalah.

Dikatakannya secara struktur, fondasi juga dirancang sangat kuat. Bahkan disiapkan masih bisa menambah ketinggian menara.

Terkait keamanan pada baja berbentuk bunga teratai, saat ini juga sudah ditaambah dengan pengaman. Termasuk menambah angkur pada bagian atas. “Secara teknis hampir semua bisa diatasi. Kita agendakan buka tanggal 1 Juni dibarengkan dengan momentum hari lahir Pancasila,” terangnya.

Bupati juga menyayangkan ada beberapa pihak yang sengaja membuat suasana gaduh. Terkait robohnya pilar, itu terjadi pada Februari dan pada saat pemasangan, namun kejadian tersebut ikut disebar di Grup WhatsApp sehingga seolah olah terjadi bersamaan.

Sementara itu Direktur BLUD, Yanuar mengungkapkan lift saat ini sudah dapat digunakan. Kedepan pihaknya juga akan menambah beberapa spot baru agar pengunjung dapat pengalaman yang lebih menarik.

Terkait kelengkapan genset pada lift, saat ini juga sudah disediakan sehingga jika terjadi mati lampu maka mesin ini genset otomatis akan menyala. Dalam kesempatan ini ia juga menepis angapan jika ditutupnya Menara Pandang Teratai saat ini bukan karena soal lift, namun lebih karena ada pekerjaan yang membutuhkan waktu dua minggu kedepan. (Dri)

BERITA REKOMENDASI