Menghindari Musim Dingin, 13 Hari Michele Terjebak di Wuhan

“MICHELE baik-baik saja,Pah. Doakan Michele dan kawan-kawan disini selamat dan tabah,” pesan pendek melalui saluran whatsapp itu diterima Agus Slamet Budijanto, dari anaknya pada Kamis petang 23 Januari lalu. Beberapa jam sebelumnya, melalui pesan serupa Michele menyampaikan kabar buruk.

Dia terjebak di Kota Wuhan setelah pemerintah China mengisolasi ibukota Provinsi Hubei itu. Tidak boleh ada orang masuk atau keluar dari kota itu, menyusul merebaknya wabah Virus atau Covid 19 yang menghebohkan dunia. “Itu 13 hari yang mencekam selama di Wuhan,” tutur Michele Yemima, saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Penambongan Purbalingga, Senin siang (17/2).

Didampingi ayahnya, Agus Slamet Budijanto, Michele bertutur, ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah China untuk belajar di Jilin International studies university di Kota Changchun Provinsi Jilin. Michele meninggalkan Indonesia menuju Beijing China pada Agustus 2018. Setahun belajar Bahasa Mandarin di University of International Business and Economics (UIBE) Beijing, Michele lulus dan melanjutkan kuliah S1 di Jilin International studies university di Kota Changchun Provinsi Jilin. Michele tinggal di asrama beasiswa.

Pada musim liburan bulan Januari lalu, bertepatan dengan musim dingin. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Agus Slamet Budijanto dan Anna Laurie Ngantung itu memanfaatkan waktu luangnya untuk travelling kesejumlah kota di selatan yang udaranya lebih hangat. Pada 14 Januari, Michele memulai perjalanan mengunjungi beberapa kota.

BERITA TERKAIT