Moderasi Beragama dalam Perspektif Dakwah

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Moderasi beragama masih perlu untuk didiskusikan. Sebab berdasarkan pengamalam yang ada, radikalisme dan ekstremis sejauh ini masih ditujukan kepada agama tertentu saja.

“Sehingga perlu adanya moderasi untuk semua umat beragama, supaya tidak mengarah pada ektremis,” kata Akhmad Darmawan MSi , Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UM) Jawa Tengah, Akhmad Darmawan MSi dalam seminar pra muktamar Muhammadiyah ke-48 di kampus setempat, Jumat (01/07/2022).

Seminar yang mengambil tema ‘Moderasi Beragama dalam Perspektif Dakwah’. Penguatan moderasi beragama ini dipandang penting, terutama di kalangan dunia pendidikan.

Menurutnya perspektif dakwah, harus diperkuat agama masing-masing secara akidah dan akhlak, supaya tidak muncul sikap saling menyalahkan.

“Sebagaimana dalam Islam, ‘Lakum dinukum waliyadin’, untukmu agamamu dan untukku agamaku, sehingga tidak mencederai toleransi umat beragama,” jelas Akhmad Darmawan.

Ia memaparkan, ketika tolerasi beragama sudah terbentuk, maka hal-hal lainnya akan menjadi lebih kondusif. Terlebih lagi sebentar lagi memasuki tahun politik, dimana kemunculan politik identitas seringkali membuat banyak pihak tidak nyaman. Maka diperlukan tolerasi yang kuat.

“UMP selaku perguruan tinggi bernapaskan Islam, sangat mendorong para elit serta masyarakat untuk mengacu pada moderasi, selalu berada di tengah, tidak ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri,” tegasnya.

Selain menggelar seminar, persiapan pra muktamar lainnya yaitu UMP juga mengadakan MoU denan Kementerian Agama Kabupaten Tegal dalam hal moderasi beragama dan Tri Dharma perguruan tinggi, serta dengan beberapa forum umat beragama.

Ketua Panitia seminar, Dr Darodjat MAg, menambahkan pemahaman tentang moderasi beragama akan berimbas pada sikap yang dimunculkan. Sehingga keseimbangan dalam berpikir, bersikap dan bertindak sangat dibutuhkan.

“Di dunia akademik, berpikir tidak hanya dalam konteks pribadi atau kesholehan pribadi, tetapi juga harus merambah kesalehan sosial, turut serta membangun masyarakat yang berkeadaban. Melalui seminar ini, diharapkan lahir rumusan-rumusan yang nantinya akan kita sampaikan ke litbang, sehingga dunia akademik bisa melahirkan konsep moderasi beragama,” ungkapnya. (Dri)

BERITA REKOMENDASI