Nyaplok Dana Bankue Desa, Direktur Dijebloskan Penjara

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto Jawa Tengah menjembloskan Stn (41) Direktur CV JP yang beralamat di Desa Gentawangi Jatilawang Banyumas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto, Rabu (02/03/2022). Tersangka Stn dijebloskan penjara karena nyaplok dana Bantuan Keuangan (Bankue) Desa yang bersumber APBD Banyumas Tahun 2018 – 2019 senilai Rp 499.050.000.

Kepala Kejari (Kajari) Purwokerto, Sunarwan SH MHum menjelaskan tersangka Stn pada tahun 2018 – 2019 mengerjakan proyek bantuan keuangan (Bankue) Desa bersumber dari APBD Banyumas di sembilan desa di Kecamatan Jatilawang dan Wangon sebanyak 24 titik dengan nilai total proyek Rp 1,7 miliar. “Dari nilai total proyek, yang merupakan penunjukan langsung yang dikorupsi sebanyak Rp 499. 050.000,” kata Sunarwan.

Sedang modus yang dilakukan pelaku dengan mengurangi volume pekerjaan seperti pengaspalan jalan, dan pembangunan talud jalan. Sunarwan, menambahkan nilai proyek bantuan keuangan desa setiap titiknya bervariatif dari Rp 90 juta hingga Rp 190 juta. “Ini proyek penunjukan langsung dibawah Rp 200 juta, namun ada 24 titik, dengan jumlah total Rp 1,7 miliar,” ungkapnya.

Dalam kasus korupsi ini, penyidik sudah memintai keterangan lebih dari 20 orang saksi dan menyita sejumlah dokumen proyek. Dari dokumen tersebut diketahui perizinan CV JP sudah mati sejak tahun 2013, namun tetap mengerjakan proyek.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang dirubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara denda Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar.

Berkaitan dengan kasus korupsi Bankue Desa yang bersumber APBD tersebut, Sunarwan meminta kepada pelaksana atau kontraktor proyek untuk mengerjakan pekerjaan sesuai dengan spek dan volume pekerjaan, jangan sampai mengurangi, karena risikonya akan berhadapan dengan hukum. (Dri)

BERITA REKOMENDASI