ODP di Purbalingga Wajib Kenakan Gelang Identitas

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRjogja.com – Melonjaknya jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Purbalingga memaksa Pemkab melakukan tindakan represif untuk memaksimalkan program ‘social distancing’. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) memerintahkan pendirian Posko Gugus Tugas Covid-19 di lima titik perbatasan wilayah.

“Posko itu sudah sangat mendesak karena saat ini mobilisasi pemudik dari luar kota terus berdatangan secara masif,” tutur Bupati Tiwi, Jumat petang (27/3/2020).

Posko Gugus Tugas Covid-19 didirikan di Desa Jompo Kecamatan Kalimanah dan Desa/Kecamatan Padamara. Keduanya berbatasan dengan Kabupaten Banyumas. Desa Karangreja dan Kutabawa (Karangreja) yang berbatasan dengan Kabupaten Pemalang dan dan Desa Wirasaba (Bukateja) yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Petugas yang terlibat meliputi unsur gabungan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan para relawan.

“Petugas akan melakukan pengecekan dan penyemprotoan disinfektan kepada semua kendaraan yang masuk dari luar kota. Termasuk melakukan pengecekan dan pendataan terhadap penumpang yang mudik ke Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Semua pendatang yang masuk wilayah Purbalingga akan dipasang sebuah gelang karet putih sebagai identitas. Gelang itu menunjukkan identitas sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan wajib karantina mandiri selama 14 hari.

“Jadi seluruh masyarakat Purbalingga ikut mengawasi. Bila melihat ada orang memakai gelang seperti ini, maka harus dipastikan orang tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” tegasnya.

Dyah mengingatkan, gelang tersebut tidak boleh dilepas selama masa karantina. Bagi yang melanggar akan dikenai sanksi khusus.

“Ada denda Rp 500 ribu kalau ODP ketahuan melepas gelangnya,” ujarnya.

Hingga Jumat petang (27/3/2020), total ODP di Purbalingga mencapai 968 orang. Sementara PDP (pasien dalam pengawasan) ada 41 orang dengan lima diantaranya positif dan lima lainnya negatif. Sisanya masih menunggu hasil swab dari Jakarta dan Yogyakarta. (Rus)

 

BERITA REKOMENDASI