Oji – Jeni Luncurkan Kartu Buruh Berkelanjutan

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Paslon bupati – wakil bupati Purbalingga nomor urut 01, Muhammad Sulhan Fauzi – Zaini Makarim (Oji – Jeni) menjanjikan Kartu Buruh Berkelanjutan (KBB). Dengan kartu itu, paslon 01 itu berkomitmen menjamin hak-hak buruh selama masa kepemimpinannya.

“Itu komitmen kami bila dipercaya menjadi bupati dan wakil bupati Purbalingga,” tutur calon bupati Oji saat mengunjungi PT Boo Yang, Sabtu (05/12/2020).

Oji juga berdiskusi dengan aktifis buruh dan pengurus SPSI. Aspirasi yang disampaikan buruh termasuk permintaan kesetaraan gaji buruh sesuai UMK. Hal yang harus disikapi serius oleh pemkab Purbalingga mendatang.

“Kami akan mencari titik tengah antara permintaan kesetaraan gaji buruh sesuai UMK dengan kesanggupan perusahaan membayar. Pemerintah akan selalu berperan aktif mencari alternatif dari setiap persoalan.”. jawab Mas Oji.

Pada saat bersamaan, calon wabup Jeni berkunjung ke PT Indocourage. Dalam kunjungan tersebut, kedua paslon melihat secara langsung dari dekat aktifitas para buruh pabrik industri bekerja.

Paslon yang diusung koalisi partai politik yang dipimpin PKB itu mengaku merasakan etos kerja tinggi buruh Purbalingga dalam bekerja. Etos kerja itulah yang diklaim memancing simpati dan empati dan meluncurkan program KBB.

Menyambut kedatangan calon wakil bupati, sejumlah buruh mengusulkan asuransi jiwa dan kesehatan para buruh, diluar manfaat KBB.

Alasannya, tidak sedikit buruh yang membutuhkan jaminan kesehatan diluar kecelakaan kerja yang ditanggung oleh asuransi ketenagakerjaan. Keluhan Kesehatan seperti terpapar zat berbahaya, gangguan penglihatan, pernapasan dan lain sebagainya banyak dialami buruh. Biaya pengobatannya tidak ditanggung oleh perusahaan, sehingga kami harus keluar biaya sendiri.

“Kami akan mencari mitra rumah sakit dan menyiapkan instrumen hukum kebijakan lokal daerah,” ujar Jeni.

Kebijakan yang sangat diharapkan buruh, yakni tidak ada PHK menjelang hari raya, pencairan THR lancar, dan prioritas penerimaan tenaga kerja lokal asli warga Purbalingga. (Rus)

Foto (Toto Rusmanto)

BERITA REKOMENDASI