Panen Padi Berkelanjutan di Cilacap Jaga Ketersediaan Pangan di Jateng

CILACAP, KRJOGJA.com – Meningkatnya luas tambah tanam dengan tiada hari tanpa tanam berdampak terhadap kesinambungan musim panen padi di wilayah Kabupaten Cilacap, sehingga dapat dilakukan panen padi secara berkelanjutan dari bulan Desember 2017 sampai dengan puncaknya panen raya yang diperkirakan pada bulan maret 2018.

Panen padi berkelanjutan di Cilacap memberi efek positip terhadap terjaganya produksi padi di Provinsi Jawa Tengah, hal ini karena adanya sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin dan meningkatkan produksi padi, antara lain pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti mekanisasi pertanian, benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung serta gerakan pengendalian OPT.

Pendampingan dan terjun kelapangan pun dilakukan secara masif untuk memantau perkembangan tanaman padi. Kementan bersama Dinas Pertanian Cilacap, TNI Kodim 0703/clp, Polres dan pihak terkait lainnya terus memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha peningkatan produksi dan peroduktifitas padi.

Hasil evaluasi dan pemantauan di lapangan oleh Ir Ali Rachman, M.Si Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang selaku penanggungjawab UPSUS Pajale Kabupaten Cilacap menunjukkan adanya kegiatan panen dalam setiap harinya sejak bulan Desember 2107. Potensi luas panen bulan Januari hingga Maret 2018 di Kabupaten Cilacap mencapai 10.000  ha, 6.500 ha dan 16.600 ha. Varieas padi yang digunakan antara lain Inpari 10, 12, 32, 33, Mekongga, Paktiwi, Ciherang, Logawa sesuai dengan kecocokan kondisi di lahan sawah setempat. Produktivitas tertinggi mencapai 9,92 ton/ha GKP di KT Sido Muncul Desa Tayem Kecamatan Karangpucung dengan varietas Ciherang.

Kegiatan panen di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap dilanjutkan dengan persiapan tanam sehingga terjadi kesinambungan positip antara kegiatan panen dan percepatan tanam sebagai upaya mempertahankan pencapaian target swasembada yang telah tercapai tahun ini. Target Luas tambah Tanam bulan Januari hingga Maret 2018 yaitu 7.575 ha, 14.183 ha dan 18.142 ha.

Ir Ali Rachman, M.Si optimis bahwa bangsa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan memungkinkan untuk ekspor karena karena kenyataan adanya kegiatan panen padi berkelanjutan dengan produktivitas relaif tinggi dan berkesinambungan dengan kegiatan percepatan tanam. Hal ini harus kita syukuri sebagai keberhasilan bersama dan merupakan anugerah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Cilacap dalam mendukung program swasembada pangan nasional, sehingga slogan “Tiada Hari Tanpa Tanam Tiada Hari Tanpa Panen di Cilacap” perlu digelorakan di setiap kesempatan.(*)

 

BERITA REKOMENDASI