PDIP Kerahkan 600 Personel Satgas Anti Politik Uang

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – PDIP bersama partai koalisi pengusung pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Purbalingga nomor urut 02, Dyah Hayuning Proatiwi – Sudono (Tiwi – Dono) membentuk satuan tugas (Satgas) Anti Politik Uang. Sedikitnya 600 personel bakal diterjunkan untuk mengantisipasi transaksi jual beli suara tersebut.

“600 personel itu gabungan dari parpol koalisi. PDIP mengerahkan 300 personel, PAN, GOLKAR dan PKS masing-masing 30 personel, ditambah dari unsur relawan,” tutur Ketua DPC PDIP Purbalingga, Bambang Irawan (BI) di sekretariat partai itu, Senin petang (7/12/2020).

Ratusan personel itu akan diterjunkan hingga tingkat desa dan kelurahan. Rata-rata tiga personel akan aktif berpatroli, terutama ke tempat-tempat rawan praktik politik uang.

BI menyebutkan, sejumlah kecamatan mendapat perhatian khusus. Meliputi kecamatan Kemangkon, Bukateja, Kaligondang, Karangreja dan Karangjambu. Di wilayah itu sudah tampak indikasi bakal adanya transaksi suara tersebut.

Seperti halnya pemkab Purbalingga yang menjanjikan hadiah Rp 2,5 Juta bagi warga yang melaporkan praktik politik uang ke Bawaslu. PDIP juga menjanjikan hadiah uang dengan nominal yang sama.

“Syaratnya sama seperti yang diatur Perbup nomor 98 Tahun 2020. Hadiah uang kami berikan setelah kasus politik uang sudah diputus pengadilan dan berkekuatan hukum tetap,” ujarnya. (Rus)

 

BERITA REKOMENDASI