Pegiat Alam Ciptakan Hand Sanitizer dari Daun Sirih

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Sejumlah Organisasi Pegiat Alam di Purbalingga membuat inovasi antiseptik alami berbahan daun sirih. Antiseptik itu digunakan untuk hand sanitizer dan dibagikan gratis kepada masyarakat.

Seorang pegiat sosial di Purbalingga, Gunanto menyebutkan, distribusi hand sanitizer daun sirih kepada masyarakat akan dilakukan dengan metode jemput bola. Pihaknya menggandeng sejumlah komunitas yakni Relawan Purbalingga Peduli (RPP), Pegiat Sosial Semut, Masyarakat Relawan Indonesia, Ruang Kopi dan komunitas lain di Purbalingga.

“Dengan berjejaring bantuan akan lebih merata dan yang disalurkan juga bukan hanya antiseptik alami daun sirih tapi juga masker, APD dan lainya sekaligus sosialisasi pencegahan Corona,” tuturnya, Kamis siang (26/03/2020).

Ketua Umum Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda), Maulana Lutfi, menyebutkan, merebaknya virus corona membuat hand sanitizer menjadi barang langka dan mahal. Untuk mengatasinya, dengan alternatif penggunaan daun sirih.

Maulana yang juga Direktur RS Bunda Purwokerto ini menambahkan, proses pengolahan menggunakan alat evaporator. Sehingga ekstrak daun sirih tidak bersentuhan langsung dengan api atau media masak.

“Dengan demikian kandungan daun sirih, seperti senyawa karvakol yang memiliki manfaat sebagai desinfektan dan antijamur, serta tannin sebagai antiseptik tetap terjaga,” ujarnya.

Selain menggunakan evaporator, pengolahan hand sanitizer daun sirih juga dapat dilakukan dengan metode sederhana yakni dengan proses double boiler atau tim. Yakni dengan merebus air dengan panci hingga mendidih. Kemudian, di atasnya ditumpangi baskom stainless steel berisi air satu gelas belimbing dan 10 lembar daun sirih yang dicacah. “Air hasil saringan itu bisa digunakan untuk hand sanitizer maupun bahan baku disinfektan,” ujarnya.

Hand sanitizer daun sirih itu diklaim mampu bertahan satu bulan bila disimpan di dalam lemari pendingin. Tapi bila langsung digunakan dan terpapar udara, hanya kuat tiga hari. (Rus)

BERITA REKOMENDASI