Pemerintah Bangun Overpass Tegalgondo

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI membangun overpass atau jalan layang di atas perlintasan sebidang Desa Tegalgondo Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Sarana tersebut mencegah terjadinya kecelakaan antara pengguna jalan dengan kereta api.

Selain itu, mobilitas masyarakat menjadi terganggu dengan adanya pembangunan tersebut. Akses jalan desa yang biasanya dilewati warga, menjadi tertutup selama proses pembangunan. 

Padahal perlintasan sebidang di Tegalgondo merupakan akses penghubung desa-desa di Kecamatan Butuh dengan jalan nasional Kutoarjo – Kebumen. 

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI Ir Zulfikri MSc DEA mengatakan, overpass tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang aksesnya terdampak pembangunan jalur ganda segmen Kutoarjo – Purwokerto.

Jauhnya jarak yang harus ditempuh warga Desa Tegalgondo, Polomarto, Tlogorejo, Kunirejo Kulon, Wonorejo Kulon, Kunirejo Wetan, Lubang Dukuh dan Tunggalroso menjadi pertimbangan pemerintah.  "Bayangkan kalau tidak ada overpass, warga bakal kesulitan akses," ujar pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (20/12).

Menurutnya, konstruksi Overpass Tegalgondo akan dibuat dengan mengaplikasikan sistem Corrugated Mortar Pusjatan (CMP). "Konstruksi CMP baru pertama kali diterapkan untuk overpass perlintasan sebidang, ujicobanya di Tegalgondo. CMP mampu menghemat biaya hingga 30 persen, kekuatan sistem itu juga mumpuni," tegasnya.

Overpass tersebut memiliki panjang konstruksi 340 meter. Pembangunan konstruksi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH mengemukakan, warga sangat terbantu dengan pembangunan tersebut. "Warga harus memutar 17 kilometer, tetapi adanya overpass memangkas jarak," katanya.

Terpisah, Anggota DPR RI Komisi V Ir Sujadi menambahkan, pemerintah tengah gencar membangun berbagai infrastruktur untuk memudahkan akses warga. Anggota legislatif terus mendorong dan mengawal misi tersebut sehingga infrastruktur dibangun tepat sasaran. "Kami terus kawal, kami tidak akan beri uang untuk cari simpati, namun selalu berjuang mewujudkan aspirasi," tandas politisi PDI Perjuangan itu.(Jas)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI