Pemkab Cilacap Himbau Ibadah Berjamaah Dirumah Saja

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRjogja.com – Menyikapi pembelakuan PPKM darurat Covid-19 di Jawa dan Bali, mulai 3- 20 Juli 2021, Pemkab Cilacap memaksa masyarakat untuk tidak melakukan ibadah secara berjamaah, termasuk ibadah shalat Jumat dan Shalat Idul Adha.

“Di Cilacap shalat berjamaah ditiadakan di tempat umum, baik masjid maupun musholla. Seluruhnya dilakukan di rumah saja,”ujar Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, usai rapat persiapan pemberlakukan PPK Darurat di Cilacap, Jumat (02/07/2021).

Ketentuan tersebut mengacu pula Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19. Fatwa MUI tersebut menyatakan bahwa di daerah yang tingkat penyebaran virus tak terkendali, dalam bahasa pemerintah zona merah, umat Islam disarankan untuk tidak shalat Jumat. Shalat Jumat disarankan untuk diganti dengan shalat Dzuhur di rumah.

Sedang shalat Idul Adha juga diselenggarakan di rumah, mengacu pada Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban di saat Pandemi Covid-19. “Untuk selengkapnya kami sudah meminta Kepala Kantor Kemenag Cilacap untuk mengedarkan panduan tentang shalat berjamaah itu pada pelaksanaan PPKM Darurat 3-20 Juli mendatang,”lanjutnya.

Dijelaskannya, pengaturan peribadatan ditempat umum juga diberlakukan dengan peribadatan agama lain yang mengundang kerumunan orang. Untuk pengaturan kegiatan sosial lainnya yang mengundang kerumuman orang, warga Cilacap dilarang menyenggarakan hajatan atau resepsi pernikahan dan khitanan. “Namun untuk pelaksanaan akad nikah masih bisa dilakukan, dengan ketentuan dihadiri tidak lebih dari 20 orang dan menerapkan protokol kesehatan.”lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI