Pemkab Purbalingga Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Pemkab Purbalingga menggelar operasi pasar minyak goreng di empat wilayah kecamatan, Rabu siang (05/01/2022). Masing-masing Kecamatan Bukateja, Kejobong, Karanganyar dan Kutasari. Empat wilayah kecamatan itu dipilih untuk operasi pasar didasarkan pada tingkat kemiskinan yang tinggi.

“Operasi pasar ini untuk memberikan sentuhan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di desa-desa yang tingkat kemiskinannya tinggi khususnya yang ada di 4 kecamatan tersebut,” tutur Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat melepas keberangkatan tim operasi pasar itu.

Tidak kurang dari 3.422 liter minyak goreng senilai Rp 47.908.000 akan dipasarkan di empat wilayah kecamatan tersebut. Masing-masing 540 liter dialokasikan di 5 desa di Kecamatan Kutasari, 868 liter untuk 5 desa di Kecamatan Kejobong, 988 liter dialokasikan untuk 5 desa di Kecamatan Karanganyar, dan 1.026 liter minyak goreng dialokasikan untuk 5 desa di Kecamatan Bukateja.

Operasi pasar minyak goreng yang merupakan kerjasama Dinperindag Kabupaten Purbalingga dengan Dinperindag Provinsi Jawa Tengah itu diharapkan dapat membuat harga minyak goreng yang akhir-akhir ini melambung tinggi kembali stabil. Pemkab Purbalingga juga akan terus berkoordinasi dengan pemerin pusat agar operasi pasar bisa terus dilakukan dengan peningkatan kecamatan yang terlibat dalam penerimaan bantuan.

“Saya tambahkan, pemkab Purbalingga juga sudah memiliki tim Pengendali Inflasi Daerah (PID) yang terus berupaya agar harga minyak normal kembali,” ujar Tiwi.

Kepala Dinperindag Purbalingga Johan Arifin menyebutkan, kenaikan harga minyak goreng cukup signifikan, yakni  mencapai 21 persen. Karenanya, pemerintah wajib hadir karena kenaikan harga kebutuhan pokok berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.  (Rus)

BERITA REKOMENDASI