Pemkab Purbalingga Masih Pertimbangkan Soal New Normal

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga tidak akan menerapkan fase new normal dalam waktu dekat. Pertimbangannya, kasus pasien positif covid yang masih bertambah menjadi pertimbangan utama.

Selain itu hasil rapid test massal terhadap warga di Purbalingga tidak sedikit yang menunjukkan hasil reaktif. Disamping belum ada intruksi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Grafik kasus covid-19 di Purbalingga masih naik. Saat ini saja sudah 57 kasus positif. Pemprov Jateng juga masih sebatas menjajaki penerapan new normal,” tutur Bupati Dyah Hayuning Pratiwi usai memimpin rakor pengendalian covid dengan jajaran diruang rapat bupati, Sabtu sore (30/5/2020).

Bupati Tiwi menegaskan, penerapan new normal juga harus memenuhi sejumlah persyaratan sebagaimana ketentuan organisasi kesehatan dunia (WHO). Meliputi bukti transmisi lokal kasus covid dapat dikendalikan, kapasitas sistem kesehatan dan kesehatan masyarakat termasuk rumah sakit tersedia untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak, dan mengkarantina, serta resiko kasus import dapat ditekan.

Tiwi mengakui belum mampu memenuhi persyaratan tersebut. Sehingga memutuskan belum akan menerapkan new normal.

“Pemkab akan fokus untuk mengendalikan sebaran kasus covid dan memberikan edukasi kepada warga sesuai rekomendasi WHO,” ujarnya.

Selama dua hari, yakni pada Kamis (28/5/2020) dan Jumat (29/5/2020), tim gugus tugas penanganan Covid-19 melakukan pemeriksaan dengan rapid test di sejumlah pusat keramaian, pabrik dan mesjid. Tidak kurang dari 657 warga menjalani tes cepat tersebut. Hasilnya, 31 orang menunjukkan tanda reaktif. Tujuh diantaranya berasal dari luar Purbalingga. Meski belum bisa dikategorikan kasus positif covid, tapi sudah menggambarkan kasus covid masih muncul di masyarakat. (Rus)

Foto (Toto Rusmanto)

BERITA REKOMENDASI