Pemuda Hamili Gadis Dibawah Umur

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJogja.com- Menghamili gadis bawah umur WS (21) seorang pemuda warga Desa Kalisari, Cilongok Banyumas, Jawa Tengah diamankan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta  Banyumas, Jawa Tengah.
“Pelaku  WS (21), kami tangkap di rumahnya. Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Kamis (06/01/2022).
Sebelumnya pelaku yang diketahui karyawan konter handphon telah menyutubuhi OL (16)  seorang anak perempuan di bawah umur yang tinggal di Kecamatan Cilongok, hingga hamil. Berry, menjelaskan  penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban, WN (36), warga Dukuh Jendogo, Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Orang tua korban melaporkan kasus dugaan persetubuhan tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas setelah mengetahui anaknya dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 2 bulan. “Selama ini, orang tua korban tinggal di Semarang, sedangkan OL tinggal bersama neneknya di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok,” kata Berry.
Sedang kronologi kejadian, perserubuhan bermula dari perkenalan korban dengan pelaku yang bekerja di salah satu konter telepon seluler, hingga akhirnya mereka berpacaran. Selanjutnya pada pertengahan bulan Januari 2021, untuk pertama kalinya pelaku mengajak korban ke salah satu hotel di kawasan wisata Baturraden yang masuk wilayah Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Banyumas.
Di  hotel itu, pelaku mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri. Awalnya korban enggak mau dan berontak, namun akhirnya persetubuhan itu terjadi juga. Selanjutnya setelah kejadian itu pelaku dan korban sering melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri hingga akhirnya OL diketahui hamil dengan usia kandungan 2 bulan.
Orang tua koran yang mengetahui anaknya hamil 2 bulan,  tidak terima, sehingga melaporkannya kepada kami pada tanggal 3 Januari 2022 yang ditindaklanjuti dengan penangkapan terhadap pelaku pada tanggal 4 Januari. Berkaitan dengan tindak pidana persetubuhan bawah anak tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, dengan ancaman diatas lima tahun penjara.(Dri)

BERITA REKOMENDASI