Pencuri Spesialis Mobil Pikap Ditangkap, Dua Pelaku Didorr

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga berhasil menangkap dua pelaku pencurian spesialis mobil jenis pikap dan dua orang penadah barang curian tersebut. Dua pelaku utama pencurian ditembak kakinya karena melawan saat ditangkap polisi.

“Kami menangkap dan menahan tersangka pelaku pencurian, masing-masing SO (34), warga Desa/Kecamatan Jatinegara Tegal dan PJ (43) warga Desa Karangtengah Kecamatan Kertanegara PurbaIingga. Serta dua tersangka penadah barang curian yaitu RH (60) warga Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dan SL (33) warga Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya,” tutur Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan dalam konferensi pers, Rabu sore (15/09/2021).

Era yang didampingi Kabag Ops Kompol Pujiono, Kasat Reskrim AKP Gurbacov dan Kasi Humas Iptu Muslimun, menambahkan, SO diringkus di wilayah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat pada Senin (4/9/2021). Dan PJ dibekuk di rumahnya di PurbaIingga pada hari yang sama. Karena berusaha melawan petugas, keduanya terpaksa ditembak kakinya untuk melumpuhkan. Sedangkan RH ditangkap di Tasikmalaya pada Rabu (06/09/2021), disusul SL pada esok harinya di wilayah yang sama.

Tersangka pelaku melakukan aksinya dua lokasi yaitu di Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah PurbaIingga. Pertama menyasar sebuah mobil pikap merk Mitsubishi dengan nomor polisi R-8697-L milik Ahmad Faris (23) di depan Ruko Selabaya Indah Kalimanah PurbaIingga, pada 12 Agustus 2021.

“Tersangka SO dan PJ melakukan aksinya pada pagi dini hari sekitar pukul 04.00. Modusnya dengan mencongkel pintu mobil menggunakan kunci letter T,” ujar Kapolres sembari menambahkan, dari pengembangan penyidikan, diketahui tersangka juga pernah melakukan aksi serupa di Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Purbalingga.

Setelah berhasil mendapatkan mobil curian, pelaku menjual kepada penadah RH dan SL. Oleh penadahnya kendaraan dipreteli dan menjual kembali onderdilnya secara terpisah.

Tersangka diamankan bersama barang bukti paket kunci letter T, sepeda motor, helm, pakaian yang dipakai saat beraksi, telepon genggam, pretelan onderdir mobil seperti stir, bak mobil, gardan, gril dan rangkaian kabel bodi mobil.

SO dan PJ dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan penadahnya dikenakan pasal 480 ke-1 dan ke-2 KUHP tentang Penadahan. Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

“Dari dua pelaku pencurian, salah satunya merupakan residivis kasus pencurian mobil pikap. Bahkan ia sudah dua kali dihukum akibat kasus tersebut. Sedangkan satu tersangka penadah merupakan mantan anggota Polri yang sudah diberhentikan,” jelasnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI