Pengungsi Banjir Banyumas Membutuhkan Selimut hingga Obat

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Kordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Ady Candra, kepada KRJogja.com Jumat (30/10/2020) menjelaskan saat ini ratusan pengungsi musibah banjir di Banyumas sangat membutuhkan slimut, tikar, pampers, dan obatan obatan.

“Pengungsi saat ini sangat membutuh tikar, selimut, pampers dan obatan, itu kebutuhan mendesak. Kalau ada warga yang mau membantu silahkan langsung dikirim ke posko pengungsian,” pinta Ady Candra.

Ratusan pengungsi bencana banjir tersebut merupakan warga di Desa Sirau, Sidamulya, dan Grujugan Kemranjen, Banyumas. Bahkan saat ini pengungsi terus bertambah, karena air terus naik lantaran hujan mengguyur tanpa henti.

Menurutnya selain kebutuhan tersebut kebutuhan lainya yang diperlukan, sayur mayur, bumbu dapur, tahu, tempe, telor, daging dan krupuk.

Untuk menampung ratusan pengungsi akibat musibah banjir Tagana dan BPBD sudah mendirikan dapur umum, dan tempat pengungsian.

Setidaknya ada tiga tempat pengungsian yakni Masjid Baitunnikmah Grumbul Pacarmalang dan Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathul Ulum Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen serta MI Sidamulya, Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen.

Sedang dapur umum yang didirikan ada dua yakni di Masjid Baitunnikmah. Data pengungsi untuk berasal dari Desa Sirau hampir 400 orang, Desa Grujugan 495 orang dan Desa Sidamulya 75 orang.

BERITA REKOMENDASI