Pengusaha Muda Banyumas Tolak Gerakan “Jateng di Rumah Saja”, Ini Alasannya

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Pengusaha muda Banyumas yang tergabung dalam Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyumas menolak gerakan “Jateng di Rumah Saja” yang akan berlangsung Sabtu (6/2/2021) dan Minggu (7/2/2021) mendatang. Mereka menolak lantaran kebijakan Gubernur Jawa Tengah terlalu dipaksakan dan tidak melibatkan para pengusaha saat mengambil keputusan.

“Dari hasil rapat tadi pagi kebijakan Gubernur Jateng ini, intinya kami menolak,” kata Ketua BPC HPMI Banyumas Kundiharto saat mengadu ke DPRD Banyumas, Kamis (4/2/2021).

Kundiharto menjelaskan selama pandemi Covid-19 banyak pengusaha muda di Banyumae yang terancam gulung tikar. Menurutnya selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pengusaha saja sudah terdampak, kemudian ditambah lagi kebijakan pada Sabtu dan Minggu mending

“Pada hari-hari biasa, omsetnya yang bergerak dalam berbagai bidang usaha menurun hingga lebih dari 70 persen,” ungkapnya.

Sekretaris Umum BPC HIPMI Banyumas Eko Mediantoro menambahkan meminta pemerintah provinsi meninjau ulang kebijakan tersebut.

Kemudian jia kebijakan itu tetap berjalan, saya harap ada kelonggaran, relaksasi, stimulus atau apa pun bentuknya.

BERITA REKOMENDASI