Penyerahan Tersangka Ditunda, Penasehat Hukum Korban Surati Kapolresta

Editor: Agus Sigit

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Penasehat Hukum korban atau pelapor dari Rumah Sakit Orthopedi (RSOP) Purwokerto, Arif Budi Cahyono SH, Jumat (15/7/2022) mengirim surat kepada Kapolresta Banyumas, Jawa Tengah.

Isi surat itu untuk mohon perhatian khusus kepada Kapolresta Banyumas berkaitan tertundanya penyerahan tersangka, dan barang bukti atau tahap dua dalam perkara penipuan dan penggelapan penjualan alat kesehatan senilai Rp 7 miliar, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto.

“Seharusnya penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua dilaksanakan Kamis (14/7/2022), namun gagal dilaksanakan dengan alasan tersangka Beny sakit. Sehingga ditunda 14 hari kedepan,” kata Arif Budi Cahyono kepada KRJogja.com Jumat (15/7/2022) di kantornya.

Berkaitan dengan alasan tersangka sakit, maka ia meminta Kapolresta Banyumas untuk mengecek langsung kondisi tersangka yang berdomisili di Jakarta.

“Selain mengecek langsung Arif Budi Cahyono juga meminta data medis dan memintai keterangan dokter yang memeriksa tersangka,” pinta Arif. Permintaan itu disampaikan untuk mastikan kebenaran kondisi tersangka saat ini.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi saat dikonfirmasi berkaitan pengiriman surat dari penasehat korban mengatakan akan mengecek dulu. ” Akan saya cek dulu ya,” jela Agus.

Sedang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto, Sunarwan SH MHum, mengatakan untuk penyerahan tersangka dan barang bukti yang seharusnya dilaksanakan Kamis (14/7/2022) gagal, dan ditunda tanggal 28 Juli 2022 mendatang.

“Pelimpahan tersangka barang bukti ditunda tanggal 28 Juli 2022, kami sudah terima surat penundaan dari penyidik,” kata Sunarwan.

Perkara penipuan, dan penggelapan penjualan alat medis dengan kerugian Rp 7 miliar, dilaporkan oleh kuasa hukum RSOP Purwokerto, selaku korban dua tahun lalu atau 11 Agustus 2020. Nomor laporan polisi: LP/B/323/VII/2020/Jateng/ Rest.BMS. (Dri)

BERITA REKOMENDASI