Peradi dan Pengadilan Sosialisasi Peradilan Elektronik

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Purwokerto,dan Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kamis (18/10/2018) menggelar sosialisasi 'e-Court' atau sistem peradilan elektronik kepada ratusan advokat di Hotel Java Heritage, Purwokerto.

"Seluruh pengadilan di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah baik pengadilan negeri (PN) maupun pengadilan agama (PA) akan segera mengimplementasikan aplikasi 'e-Court',” kata Ketua PN Purwokerto Victor Togi Rumahorbo SH didampingi Ketua DPC Peradi Purwokerto, Happy Sunaryanto SH.

Menurutnya 'E-Court' merupakan amanat dari Peraturan MA (Perma) Nomor 3 tahun 2018 tentang Administrasi di Pengadilan secara elektronik atau sistem peradilan elektronik yang harus diilakukan untuk memenuhi asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan seperti yang diamanatkan dalam undang-undang.

Victor, menjelaskan untuk sistem peradilan yang lama masih dilakukan secara manual sehingga banyak dikeluhkan oleh berbagai pihak karena rumit dan banyak hal yang perlu dilalui. Dalam peradilan elektronik, ada tiga hal yang dikerjakan yakni pendaftaran secara elektronik, pembayaran panjar biaya perkara, dan pemanggilan pihak secara 'online'.

Untuk aplikasi 'e-Court' untuk sementara baru ditujukan untuk perkara perdata, belum bisa untuk perkara pidana. Aplikasi.'e-Court' akan memudahkan advokat yang akan beracara karena tidak perlu datang ke pengadilan untuk mendaftarkan perkara sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

Ia mencontohkan advokat di Purwokerto akan mendaftarkan perkara yang terjadi di Jakarta, dia tidak perlu datang ke sana, cukup mendaftar melalui 'e-Court'. Berkaitan  dengan rencana implementasi aplikasi 'e-Court, pihaknya menyosialisasikannya kepada seluruh advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Purwokerto.

Ketua DPC Peradi Purwokerto Happy Sunaryanto menambahkan penggunaan 'e-Court' untuk sementara masih merupakan pilihan karena sistem yang lama masih dapat digunakan. Menurutnya  sistem e-Court, setelah nanti dicoba, lantas dilakukan perbaikan-perbaikan termasuk ada evaluasi dan kalau itu hasilnya ternyata sesuai yang diharapkan, nanti akan dilaksanakan di seluruh Indonesia. (Dri)

BERITA REKOMENDASI