Perahu Pecah di Tengah Laut, Nelayan Cilacap Ini Berhasil Selamat

CILACAP, KRJOGJA.com – Sebuah perahu jukung katir 'Sida Rahayu' milik nelayan Sentolo Kawat Cilacap mengalami pecah terbentur batu karang akibat dihantam gelombang besar di peraitan Pantai Selok Pipa selatan pantai Nusakambangan, Cilacap, Senin (02/12/2019). Kendati demikian empat awak perahu naas tersebut dinyatakan selamat setelah berhasil menepi ke tepi pantai dengan berenang dan selanjutnya dievakuasi tim SAR gabungan. 

Keempat awak perahu itu terdiri Agus (40), Pepi (35), Andri (20) dan  Angga (18) warga  Sentolokawat RT 03/01 Kelurahan Cilacap Kecamatan Cilacap selatan, Cilacap. "Tetapi ada satu awak perahu yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka sobek di kaki akibat terkena batu karang," ujar Koordinator Pos Basarnas Cilacap, Mul Wahyono. 

Menurutnya, Senin pagi, perahu jukung berawak empat orang itu berangkat melaut untuk menangkap udang jenis lobster. Udang jenis tersebut lebih banyak hidup di sekitar batu karang, sehingga mereka pergi menuju perairan pantai Selok Pipa di Selatan Nusakambangan.

Namun demikian, ketika mereka sudah sampai di perairan Pantai Selok Pipa, dan mulai  menebar jaring, namun tak diduga jaring terbelit propeler/baling2 mesin sehingga mesin perahu mati. Dalam keadaan perahu tanpa kendali mendadak datang gelombang tinggi yang menghempaskan perahunya hingga membentur batu karang. Akibatnya perahu itu mengalami pecah dan seluruh awaknya tercebur ke laut.

"Keempat awak perahu itu berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai," lanjutnya. 

Dijelaskan, sebenarnya saat kejadian ada perahu lain yang tidak jauh dari lokasi dan berupaya untuk menolong mereka. Namun karena wawak perahu khawatir akan bernasib sama dengan perahu 'Sida Rahayu', sehingga mengurungkan rencananya dan memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke pos TPI Sentolo Kawat. 

Begitu mendapatkan laporan, Pos BasarnaS dan Satpol air Cilacap langsung memberangkatkan tim gabungan untuk mengevakuasi sejumlah awak perahu yang mengalami naas itu. "Tim berangkat menggunakan  RIB dan  perahu jukung uuntuk melakukan penyisiran dan mengevakuasi keempat nelayan yang selamat di bibir pantai Selok Pipa," jelasnya.

"Begitu keempatnya berhasil dievakuasi dan sampai di Sentolo Kawat, salah awak perahunya mengalami luka-luka sehingga segera dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," katanya. Sedang sisanya diserahkan kepada keluarganya masing-masing. 

Pengamat Cuaca Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Deas Ahmad Rivai mengatakan, saat ini, cuaca di perairan laut Selatan Cilacap, angin bertiup dari arah Tenggara ke Barat Daya, dengan kecepatan 2-15 knots, tinggi gelombang antara 1,5-2 meter.(Otu)

BERITA REKOMENDASI