Perangkat Desa Datangi Polresta Banyumas

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Ratusan perangkat desa di Banyumas yang tergabung Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) mendatangi Mapolresta Banyumas, Kamis (29/04/2021). Kedatangan mereka untuk memberi dukungan pengusutan perkara pemerasan yang dilakukan oleh oknum ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi terhadap sejumlah kepala desa. Dalam pengusutan perkara tersebut penyidik Tipikor Satreskrim Polresta sudah menaikan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Kami sebagai organisasi pamong desa merasa terpanggil dan empati atas kasus pemerasan yang dilakukan oknum salah satu LSM kepada kepala desa. Apalagi penanganan kasus sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas,” kata Ketua PPDI Kabupaten Banyumas, Slamet Mubarok.

Untuk itu pihaknya memberikan dukungan dan apresiasi kepada Polresta Banyumas dalam penanganan kasus dugaan pemerasan tersebut. Menurutnya kasus pemerasan yang dialami kepala desa maupun perangkat desa sebenarnya sering terjadi karena sudah berlangsung sejak lama.

“Banyak sekali oknum-oknum LSM yang datang ke desa-desa, yang akhirnya seperti itu, memeras dan sebagainya, akhirnya kami tidak tenang dalam bekerja,” ungkapnya.

Bentuk dukungan PPDI kepada Polresta Banyumas dengan memberikan surat pernyataan sikap dukungan yang diberikan kepada Kapolresta Banyumas Kombes Firman Hakim di pendopo Mapolresta setempat.

Firman Hakim sangat mengapresiasi dukungan tersebut. Ia mengatakan pada prinsipnya, melaksanakan tugas-tugas kepolisian dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana termasuk di dalamnya kasus dugaan pemerasan tersebut.

“Kebetulan korbannya kepala desa. Pada saat mereka membuat aduan kepada kami, ya kami respons, kami cari bukti-buktinya sesuai fakta apa adanya, kami akan melakukan penyidikan apa adanya, tidak ada yang kami tutup-tutupi,” kata Firman Hakim.

Ia juga mengharapkan para kepala desa maupun perangkat desa ikut membantu dengan memberikan bukti-bukti dan sebagai tindak lanjut, pihaknya akan memberikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) secara berkala. Dalam kasus dugaan pemerasan tersebut sejak Rabu (28/04/2021) penyidik sudah menaikan penyidikan dari sebelumnya penyelidikan, dan sudah memintai keterangan 18 orang saksi dari korban, ketua paguyuban kepala desa, dan penghubung.

Bahkan Kapolresta sudah memimpin langsung gelar perkara namun belum dilakukan penetapan tersangka.”Nanti pasti ada penetapan tersangka, cuma kami masih butuh langka-langkah untuk penyidikan,” jelasnya.

Selain dari PPDI dukungan juga diberikan oleh Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyumas dengan mengirimkan karangan bunga ke Mapolresta Banyumas. (Dri)

BERITA REKOMENDASI