Perempuan Harus Menjadi Kader Yang Diperhitungkan

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Kader perempuan mulai saat ini harus bisa menjadikan dirinya sebagai kader yang diperhitungkan. Hal itu diungkapkan Siti Mukaromah, anggota DPR MPR RI Fraksi PKB Dareah Pemilihan (Dapil ) Jateng VIII pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, Jumat (5/3/2021) di salah hotel di Cilacap.

Menurutnya secara statistik, jumlah penduduk Indonesia adalah 50 persen di antaranya merupakan perempuan. Namun, dari pemilu ke pemilu, peta kekuasaan terkait keterwakilan perempuan cenderung tidak tampak mengalami perubahan yg signifikan.

“Kehadiran perempuan di ranah politik praktis yang dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di parlemen menjadi syarat mutlak bagi terciptanya kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan,” ungkapnya.

Ia, menjelaskan tanpa keterwakilan perempuan di parlemen dalam jumlah yang memadai, kecenderungan untuk menempatkan kepentingan laki-laki sebagai pusat dari pengambilan kebijakan akan sulit dibendung.

Rendahnya keterwakilan perempuan di ranah politik dapat dijelaskan ke dalam setidaknya dua pembacaan. Pertama, masih mengakar kuatnya paradigma patriarki di sebagian besar masyarakat Indonesia. Pola pikir patriarki cenderung menempatkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki. Perempuan dicitrakan sekaligus diposisikan sebagai pihak yang tidak memiliki otonomi dan kemandirian di semua bidang, termasuk politik.

Untuk itu Siti Mukaromah berpesan untuk kader kader perempuan khusunya di Kabupaten Cilacap ikut serta dalam pemilu yang akan datang dengan sambil mengasah kemampuan dalam hal perpolitikan.(Dri)

 

BERITA REKOMENDASI