Pertamina Pecahkan Rekor MURI Tanam Wijayakusuma

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Pohon Wijayakusuma Kraton (Pisonia Grandis var Silvestris) yang selama ini dijadikan simbol kedigdayaan para raja di Jawa merupakan tanaman langka karena hanya tumbuh di batu karang di Asia Pasifik. Konon di pesisir Jawa hanya tumbuh di pantai Selatan Nusakambangan Cilacap, tepatnya di pula karang Majeti.

Bunga Wijayakusuma Kraton dijadikan logo Pemerintah Kabupaten Cilacap dan nama sejumlah lembaga yang ada di Cilacap. Namun demikian pada kenyataannya, tanaman Wijayakusuma Keraton itu kini terancam punah. Karena pohon induk di pulau Karang Majeti sudah mati karena usia, sedang peranakan tanaman tersebut tinggal beberapa saja sehingga memprihatinkan.

Berangkat dari keprihatinan itu, PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap bekerjasama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, berupaya melestarikan tanaman langka tersebut, dengan membudiaya tanaman Wijayakusuma di luar habitatnya. Dengan cara stek tanaman itu berhasil dikembangbiakan.

“Berkaitan dengan HUT Kemerdekaan RI, kami tanam 76 batang tanaman Wijayakusuma Keraton, di kawasan Konservasi Wijayakusuma, komplek Perumahan Pertamina Tegalkamulyan, Cilacap,” ujar General Manager Pertamina RU IV Joko Pranoto, Sabtu (15/08/2020).

Menurutnya, sesuai informasi dari BKSDA tanaman itu bisa tumbuh hingga 25 meter. Sehingga Kawasan Konservasi Wijayakusuma Pertamina Cilacap akan dijadikan tempat pendidikan dan penelitian bagi remaja dan anak Cilacap. “Jika selama ini, bunga Wijayakusuma hanya tahu dari cerita-cerita, sekarang dapat wujud nyatanya,” lanjutnya.

Keberhasilan Pertamina RU IV membudidayakan tanaman langka itu mendapatkan respon baik dari Museum Rekor Indonesia (MURI). “Pertamina RU IV memecahkan rekor Indonesia dalam mengembangbiakan tanaman langka Wijayakusuma Keraton. Bahkan ini rekor dunia,” ujar Pendiri MURI Jaya Suprana dalam wawancara online.

Menurutnya, dalam Wayang Purwa, Wijaya Kusuma menjadi simbol kesaktian Puntadewa Raja Amarta, dapat mengobati penyakit dan dapat menghidupkan kembali orang sudah mati. Tanaman itu langka karena selama ini hanya tumbuh di batu karang. (Otu)

BERITA REKOMENDASI