Petugas Tambah Personel Cari Korban Longsor Brebes

Editor: KRjogja/Gus

BREBES (KRjogja.com) –  Tim SAR Gabungan masih mencari para korban yang dimungkinkan masih tertimbun tanah longsor dan hanyut di Sungai Cibentar Brebes. Korban meninggal dunia bertambah dua orang, menjadi tujuh orang. Dengan demikian korban yang dinyatakan hilang berkurang menjadi 17 orang. 

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dua korban yang meninggal itu satu orang yang dirawat di RS Majenang Cilacap dan satu korban meninggal ditemukan pukul 12.00 di aliran Sungai Cibentar.

"Yang meninggal di RS Majenang bernama Carki, warga Pasir Panjang dan yang satunya belum diketahui identitasnya," ujar Sutopo.

Sedangkan korban yang masih dirawat di Puskesmas Bentar, Salem tiga orang, di RS Majenang satu orang dan di RS Banyumas satu Orang, lainnya sudah dipulangkan dan rawat jalan.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengatakan, pencarian korban sempat dihentikan sekitar pukul 16.00, karena mulai turun hujan lebat dan tanah masih terus bergerak, sehingga membahayakan petugas di lokasi. "Kali ini jumlah petugas yang dikerahkan bertambah, karena pencarian diperluas, ada yang di lokasi longsor dan di sungai karena kemungkinan ada beberapa korban yang hanyut di sungai," ujar Sugiarto.

Sugiarto menambahkan, dalam pencarian Jumat pagi sekitar pukul 06.00, petugas berhasil menemukan sepasang kaki korban yang tertimbun.
BNPB juga menetapkan, pencarian korban longsor Brebes dilakukan tujuh hari ke depan. Masa pencarian ditambah jika korban belum ditemukan semua. Pencarian difokuskan di empat titik, melibatkan 535 personel.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes Eko Andalas menuturkan, warga yang mendiami rumah di pinggiran tebing saat ini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Hal ini untuk menghindari jatuhnya korban jiwa jika terjadi longsor susulan.

Sutopo juga menegaskan, tanah longsor yang terjadi di di Desa Pasir Panjang Brebes ini murni bencana alam. "Longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani. Longsor terjadi bukan karena perubahan konservasi lahan atau tata ruang," kata Sutopo. Ketebalan longsor mencapai 5-20 meter dengan volume diperkirakan mencapai 1,5 juta meter kubik. (KR)

BERITA REKOMENDASI