PMI Cilacap Butuh Apheresis

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Alat apheresis yang digunakan untuk melakukan transfusi plasma darah konvalesen sangat dibutuhkan keberadaannya di Cilacap, mengingat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi atau mencapai 400 lebih orang. Apalagi methode penyembuh dengan suntik plasma darah konvalesen cukup efektif.

“Sekarang saja, dengan methode plasma darah konvalesen di Cilacap sudah dapat menyembuhkan 106 pasien Covid-19,” ujar Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf usai pelantikan pengurus PMI Cilacap periode 2021-2026, Selasa (09/03/2021).

Menurut Farid, plasma darah konvalesen di Cilacap selama ini, didapatkan dengan cara manual. Artinya, pengambilan darahnya sama dengan donor darah pada umumnya. Baru kemudian darah itu dipisahkan untuk mendapatkan plasma darah konvalesen.

Berbeda jika menggunakan alat apheresis yang keluar dari alat itu langsung plasma konvalesen. “Makanya guna meningkatkan pelayanan, kami membutuhkan alat apheresis,” kata Farid.

Dijelaskan pada dasarnya PMI Cilacap tengah berupaya mengadakan alat apheresis itu, dengan dibantu Pemkab yang telah mengalokasikan dana sebesar Rp 750 juta. Hanya karena harga akat tersebut mencapai Rp 1,3 milyar sehingga meminta bantuan Gubernur Jawa Tengah untuk pengadaannya. “Surat permintaan bantuan sudah kaki kirim, namun hingga kini belum ada jawaban,”tambahnya.

Menurut Kepala Transfusi Darah PMI Cilacap, dr Yuyung Budi Waskito untuk melaksanakan methode plasma darah konvalesen itu tidak hanya membutuhkan alat apheresis. Namun membutuhkan peralatan lain yang jumlahnya 5 jenis. “Salah satunya untuk mengawetkan plasma darah konvalesen sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu,” ujarnya.

Dikatakan, sebenarnya sebagian peralatan pendukung itu sudah ada di PMI Cilacap.
Ketua PMI Jawa Tengah dr Imam Priyanto mengatakan, pihaknya benar mengizinkan PMI Cilacap menggunakan methode plasma darah konvalesen dengan manual, namun pihaknya tetap berharap PMI Cilacap menggunakan alat apheresis.

“Penggunaan methode plasma darah konvalesen dengan manual itu sifatnya darurat, tetapi untuk meningkatkan pelayanan harus ada alat apheresis. Kami yakin Cilacap bisa mengadakan alat itu,” jelasnya.

Sedang Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman mengaku telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap untuk mengalokasikan dana APBD untuk membeli alat apheresis. Karena methode penyembuhan Covid-19 dengan plasma darah konvalesen cukup efektif. “Buktinya Pak Tatto Bupati Cilacap dan isteri sudah merasakan manfaat methode plasma darah konvalesen,” ujarnya. (Otu)

BERITA REKOMENDASI