Polemik Rekaman Percakapan Telepon, Sekda Purbalingga Minta Maaf

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Sekertaris Daerah (Sekda) Purbalingga Wahyu Kontardi minta maaf atas beredarnya rekaman suara terkait rumah dinas yang beredar di media sosial. Wahyu menegaskan, peralihan rumah dinas Sekda menjadi rumah dinas Ketua DPRD Purbalingga sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku serta tdak ada campur tangan dari ketua Dewan maupun pihak manapun.

“Ini berdasarkan ketentuan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Hak Keuangan dan Administasi Pimpinan dan Anggota DPRD, Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Saerah, dan Perda (Peraturan daerah) Nomor 16 tahun 2017 Tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD,” tutur Wahyu, Jumat (25/09/2020) petang.

Menurutnya berdasarkan esensi dari ketentuan tersebut, pemkab menyediakan rumah jabatan dilengkapi perlengkapan dan perabot rumah tangga bagi pemangku jabatan diantaranya untuk pimpinan DPRD Purbalingga. Terkait rekaman percakapan melalui telepon, Wahyu mengaku dalam posisi pasif.

Pihaknya hanya menerima telepon dan tidak menginginkan menelepon. “Saya sungguh tidak menyadari kalau percakapan tersebut ternyata direkam dan disebarluaskan oleh pihak lain,” ujarnya.

Beredarnya rekaman tersebut, menurutnya menyebabkan Bupati, Ketua DPRD Purbalingga dan sejumlah elemen masyarakat merasa tidak nyaman dan dirugikan. “Atas kejadian tersebut saya selaku sekda atau kedinasan maupun sebagai pribadi menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Ibu Bupati, Bapak ketua DPRD Purbalingga dan kepada seluruh elemen atau kelompok masyarakat Purbalingga yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Wahyu menegaskan tidak ada masalah pribadi maupun kedinasan dengan bupati dan ketua Purbalingga serta pihak lainnya. Kekhilafan yang dialaminya merupakan ketidakstabilan emosi karena dalam kondisi sakit.

“Selanjutnya saya selaku Sekda dan dewan pengurus Korpri Kabupaten Purbalingga mengajak kepada seluruh ASN dan anggota Korpri di lingkungan Kabupaten Pemerintah Kabupaten Purbalingga agar tidak terpengaruh adanya pemberitaan di media sosial terkait dengan isi rekaman percakapan yang disebarluaskan dan isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebelumnya, sempat beredar percakapan telepon di media sosial antara Sekda Wahyu Kontardi dengan salah satu pimpinan parpol di Purbalingga. Dalam percakapan terkait pengalihan rumah dinas itu, terdapat ucapan yang memantik polemik. (Rus)

BERITA REKOMENDASI