Polres Cilacap Bongkar Sindikat Pengedar Obat Terlarang

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Sindikat pengedar obat-obat terlarang atau daftar G di Cilacap terbongkar, menyusul terjaringnya tiga anggota sindikat itu dalam operasi Antik Candi yang digelar Polres Cilacap. Bahkan dalam operasi itu terjaring pula sejumlah pengguna dan pengedar Narkotika jenis ganja, tembakau sinte dan sabu.

 

Ketiga anggota sindikat itu terdiri MF warga Gampong Jaumpa Aceh Utara, MJ warga Peureulak Barak Aceh Timur, dan YEP warga Palmerah Jakarta Barat, Ketiganya ditangkap di sebuah warung kelontong Karangbawang, Kawunganten, Cilacap, yang dijadikan markasnya.

"Modus sindikat itu dalam mengedarkan obat terlarang itu berkedok membuka warung kelontong. Sedang obat terlarangnya disimpan di rumput ilalang di belakang warung. Diambil jika ada pesanan," ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasatres Narkoba AKP Koliq Salis Hermawan, Selasa (10/09/2019.)

Menurutnya, modus operasi sindikat peredaran obat terlarang itu, mendatangkan obat-obatan tersebut dari Tangerang, Banten, kemudian dijual di Kawunganten, dengan kemasan satu plastik berisi 6 butir obat kuning, seharga Rp 10.000.

Dalam operasi yang digelar Juli-September 2019, terjaring pula Sol alias Lihin warga Cibungur RT03 RW16 Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, Cilacap pemilik ganja, ARP alias Cimeng warga Jl Nusa lndah RT01 RW05 Desa Mulyasari Kecamatan Majenang, Cilacap pemilik tembakau sinte, FF alias Jebeng alias Moyo warga Jl Citanduy No 20 RT01 RW02 Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap pemilik sabu.

"Dari keenam  tersangka sindikat pengedar obat-obatan daftar G, ganja dan Sabu terjaring Operasi Antik Candi tersebut diamankan sebanyak 900 butir Trihexyphenidyl, obat kuning bertuliskan mf sebanyak 4.790 butir, Trmadol 140 butir, ganja seberat 7,1 gram, tembakau sinte 5,7 gram dan Sabu 1,5 gram yang  dijadikan barang bukti," lanjutnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka Lihin, Cimeng, Jebeng alias Moyo dijerat Pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1, lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Narkotika, dipidana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat S tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar.

Sedangkan tersangka MF, MJ, dan YEP dijerat pasal pasal 196 Jo 98 ayat 2 dan ayat 3 Sub Pasal 198 Jo pasal 108 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Dijelaskan, dengan terungkapnya sidikat peredaran obat terlarang maupun narkotika itu menunjukan jika peredaran obat G terlarang dan narkotika di Cilacap tidak hanya di Kota Cilacap tetapi sudah sampai ke kecamatan-kecamatan penyangga. (Otu)

 

BERITA REKOMENDASI