PPJAI Dukung Revitalisasi Jamu

CILACAP, KRJOGJA.com – Pada ktober 2018, merupakan salah satu bulan penting bagi tahapan perkembangan Jamu di Keresidenan Banyumas, yang meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara serta Kebumen. 

"Karena di bulan itu pemerintah dalam hal ini BPOM atau Badan pengawasan Obat dan Makanan memiliki struktur baru yang disebut Loka POM yang mengcover wilayah eks Kersidenan Banyumas, yang diperkuat dengan Peraturan Presiden No 80 Tahun 2017 sebagai penguatan kelembagaan BPOM secara khusus,"ujar Ketua Perkempulan Pelaku Jamu Alami Indonesia Mukit Hendrayatno, di sela-sela Kegiatan Komunikasi, Informasi Edukasi (KIE) dan Gerakan Desa Obat Tradisional Aman, Minggu (16/12/2-18).

Menurutnya, momentum tersebut bagi PPJAI (Perkempulan Pelaku Jamu Alami Indonesia) yang beranggotakan pelaku jamu se-Keresidenan Banyumas, merupakan dapat menjadi penguatan pengawasan yang dilakukan Badan POM, dalam upaya mengurangi pelanggaran-pelanggaran terkait masalah jamu di wilayah tersebut.
"Disamping itu PPJAI meyakini keberadaan Loka POM juga akan mengampu fungsi pendampingan bagi pertumbuhan UKM jamu yang legal dan sedang berbenah.,"lanjutnya. 

PPJAI juga berharap dapat terus bersinergi dan berkomunikasi dengan baik dengan Loka POM. Karena hanya dengan kerjasama yang baik dan progressif, harapan bersama dalam menjaga dan mengembangkan warisan luhur nenek moyang Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen dapat tercapai. 

Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto mengatakan, dengan bekerjasama PPJAI dan pemerintah kabupaten Cilacap terus mendorong Gerakan Desa Aman OT (Obat tradisional), yang merupakan sebuah ikhtiar dalam merevitalisasi Jamu, khususnya di Cilacap. (Mak)

BERITA REKOMENDASI