Prof Dr Agus Raharjo: Pemberantasan Mafia Pelabuhan akan Berdampak Menaikkan Pendapatan

Editor: Ary B Prass

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Instruksi Jaksa Agung ST Burhanuddin yang meminta kepada  seluruh jajaran untuk mendukung kebijakan pemerintah memberantas mafia pelabuhan.
Karena  mafia pelabuhan dinilai menghambat proses pembangunan nasional juga dapat memicu terjadinya banyak konflik sosial dan lahan yang berujung pada pertumpahan darah di banyak wilayah.
Instruksi orang nomor  satu di korps kejaksaan  itu mendapat tanggapan dari Prof Dr Agus Raharjo SH MHum Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah.
Prof Agus Raharjo  berpandangan isu tersebut adalah isu lama yang kemudian mencuat kembali.
Mafia tanah dan pelabuhan sebenarnya telah membangun jejaring yang merajalela pada lembaga-lembaga pemerintah.
” Memberantas mafia pelabuhan dan tanah sudah menjadi tugas dalam keseharian para penegak hukum,” kata Prof Agus, saat ditemui di kampusnya Rabu (17/11/2021)
Menurutnya hal ini bisa mengandung muatan politis dan perlu dilihat dalam penegakan hukum. Ia mencontohkan beberapa waktu lalu sempat muncul hukuman mati bagi para koruptor lalu sekarang mafia tanah dan pelabuhan.
Agus, memaparkan Mafia tanah dan pelabuhan sudah tersistem sedemikian rupa.  Sehingga muncul anggapan bila ingin barang supaya cepat keluar harus ada uang pelicin.
“Adanya instruksi itu jelas ada perlawanan karena Mafia itu sudah mengakar. Tetapi kalau serius memberantas harus semuanya dari atas ke bawah, komitmennya seperti apa dari atas.Kalau ingin pelabuhan bersih jangan tebang pilih,” terangnya.
Menurutnya Jaksa Agung sudah tahu terkait kondisi tersebut. Mafia tanah juga tidak hanya melibatkan satu institusi, tetapi melibatkan pihak lain yang terjalin dalam satu sistem.

BERITA REKOMENDASI