Purbalingga Dilanda Wabah Chikungunya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Sejak awal Januari 2021, ditemukan 595 kasus Chikungunya di sejumlah wilayah di Purbalingga. Kasus itu meningkat tajam dibanding tahun lalu yang hanya 83 kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus tersebut.

“Kasus Chikungunya biasa muncul saat ini merupakan masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke kemarau,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Hanung Wikantono, Jumat malam.

Kasus chikungunya itu tersebar di 12 desa dan kelurahan. Dengan temuan kasus terbanyak di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, yakni sebanyak 114 kasus.

Di Desa Babakan (Kecamatan Kalimanah) ditemukan 45 kasus, Desa Kajongan (Kecamatan Bojongsari) ditemukan 60 kasus, Desa Pekiringan (Kecamatan Karangmoncol) 16 kasus, Kelurahan Karangsentul (Kecamatan Padamara) ada 40 kasus, serta Kelurahan Kalikabong (Kecamatan Kalimanah) ditemukan 52 kasus.

Kasus chikungunya juga ditemukan di Desa Kalimanah Kulon (Kecamatan Kalimanah) ditemukan 84 kasus, Desa Bukateja (Kecamatan Bukateja) ditemukan 20 kasus, Desa Kertanegara (Kecamatan Kertanegera) ditemukan 45 kasus, Desa Kasih (Kecamatan Kertanegara) ditemukan 12 kasus, Desa Gemuruh (Kecamatan Bojongsari) ditemukan 43 kasus, serta Desa Brobot (Kecamatan Bojongsari) ditemukan 42 kasus.

“Agar tidak terus menyebar, kami mengantisipasinya dengan fogging (penyemprotan cairan peman bunuh nyamuk) di sejumlah wilayah yang kami anggap rawan,” ujar Hanung. (Rus)

BERITA REKOMENDASI