Purbalingga Masuk Zona Merah, Jam Malam Diberlakukan

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menerbitkan Surat Edaran (SE) Jam Malam. Surat Edaran Nomor 300/9485 tentang Penetapan dan Pemberlakuan Jam Malam Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Covid-19 Di Kabupaten Purbalingga kepada anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purbalingga, para camat, para kepala desa/lurah, mencantum pemberlakuan jam malam di seluruh wilayah Purbalingga mulai diberlakukan Kamis 14 Mei 2020 dari pukul 22.00 sampai 03.00 dini hari.

“Seluruh aparat keamanan dan tim gugus tugas di semua tingkatan wajib melaksanakan sosialisasi secara intensif melalui berbagai media dan cara guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penetapan dan pemberlakuan jam malam,” tutur Bupati Tiwi, usai pengumpulan zakat di pendopo Dipokusumo Jumat (15/05/2010).

Tim gugus tugas disemua tingkatan juga wajib melakukan patroli, pengawasan, pembinaan dan penertiban terhadap warga yang melanggar ketentuan. Jam malam diberlakukan karena jumlah penderita corona di Purbalingga terus bertambah.

Dari laporan yang diterima, sampai hari ini pasien positif corona sudah mencapai angka 49 kasus. “Bahkan Kabupaten Purbalingga termasuk daerah merah karena menempati ranking 5 se Jateng,” ujarnya.

Kepada para camat, Tiwi minta agar SE ini ditindaklanjuti dan diimplementasikan sampai dengan tingkat kelurahan dan desa. Pemberlakuan jam malam tidak hanya berlaku di wilayah kecamatan kota, akan tetapi seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga. “Harus ada patroli khusus dari tim gugus tugas di kecamatan maupun desa untuk mensosialisasikan jam malam ini,” pintanya.

Pimpinan OPD diminta untuk memberikan pencerahan dan sosialisasi kepada jajaran ASN. Terkait permasalahan anggaran yang banyak dialihkan untuk penanganan covid dan juga mengevaluasi efektifitas pemberlakuan WFH.

Penerapan bekerja di rumah (Work From Home) diharapkan tidak saja mengerjakan agenda-agenda kedinasan, tetapi para ASN yang WFH harus bisa terlibat langsung dalam kegiatan pencegahan covid di lingkungannya.

“Tolong besok langsung staff meeting kepada seluruh jajaran di OPD masing-masing. Agar ASN yang melaksanakan WFH juga bisa ikut melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan covid di wilayahnya, serta mengawal program-program bantuan terkait covid,” pinta Tiwi. (Rus)

BERITA REKOMENDASI