Purbalingga Tertutup Bagi Pedagang dan Wisatawan Luar Daerah

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Purbalingga menutup kunjungan wisatawan dari luar daerah. Selain wisatawan, pedagang dari luar daerah juga tidak dibolehkan berjualan di pasar hewan Purbalingga.

Selain tidak boleh menerima wisatawan dari luar daerah, selama PPKM yang sebelumnya disebut PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), obyek wisata juga dibatasi hanya boleh menerima pengunjung paling banyak 40 persen dari kapasitas.

“Selama PPKM ini, pengelola wisata juga tidak diperkenankan melakukan promosi-promosi wisata, tiket murah/diskon dan sebagainya,” tutur Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), saat Jumpa Pers di Pendopo Dipokusumo, Jumat petang (8/1/2021).

Tiwi yang didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) itu menambahkan setiap obyek wisata dan pasar hewan akan dijaga oleh Satgas Covid-19 yang merupakan gabungan unsur satpol PP, TNI-Polri dan Organisasi kemasyarakatan. Posko penjagaan di perbatasan dengan daerah lain akan diberlakukan kembali.

“Operasi yustisi juga akan terus dilakukan. Selama berjalan satu minggu akan dievaluasi untuk memantau efektifitas dalam menekan kasus Covid-19 di Purbalingga,” ujarnya.

Sektor industri atau perusahaan masih tetap boleh beroperasi. Tetapi akan diatur dalam berbagai jam kerja guna mengatasi kepadatan. Bagi divisi dalam perusahaan yang masih memungkinkan WFH (work from home) maka bisa diberlakukan WFH.

“Kami sudah sepakati bersama Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), nanti di perusahaan akan ada pengaturan jam masuk. Kalau biasanya mereka masuk serentak, kali ini akan dibagi, misalnya ada yang jam 07:00, 07:30, kemudian jam 08:00 sehingga saat pulang mereka juga tidak serentak dalam satu waktu,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI