Ratusan Orang Tertipu Arisan Abal-abal dan Investasi Bodong di Cilacap

Editor: Agus Sigit

CILACAP, KRjogja.com – PTP (27) perempuan warga Perumahan Citanduy No 79K RT 04 RW 18 Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap dan mengontrak rumah di Jl Brantas No 29 RT 03 RW 01 Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap diringkus tim Reskrim Polsek Cilacap Selatan, karena diduga melakukan penipuan dengan kedok arisan dan investasi online.

Sejumlah barang bukti terdiri 36 potong baju, 49 buah tas berbagai merk, hingga satu unit sepeda motor dan Mobil diamankan untuk proses lanjut.”Awalnya dari bulan Januari 2021, korban Imas Destiana Khairunisa melihat di IG ada iklan Arisan Online Cilacap atau AOC dan investasi, karena tertarik sehingga menghubungi nomor HP atas nama tersangka yang tertera di iklan arisan itu lengkap dengan nomor rekening bank swasta atas nama tersangka pula,”ujar Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, Jumat (22/10/2021).

Sehingga sejak saat itu, korban Imas tergabung dalam arisan online dan investasi yang dikelola tersangka.Korban ikut arisan dengan nilai nominal List yang nilai setorannya dari Rp150.000 sampai dengan Rp190.000. Adapun sistem arisannya, korban akan mendapatkan nilai kelipatan, misalnya ikut arisan online dengan kode KL 7 JT /7 HR artinya pengikut arisan tersebut akan dapat Profit setelah 7 hari secara bergiliran sesuai dengan nomor list/urutan yang korban pilih. Sebelum tanggal keluarnya sudah diurutkan oleh owner dengan jumlah member/pengikut arisan sebanyak 42 orang,”lanjutnya.

“Kemudian korban sudah setor arisan tersebut sudah sejak 21 Januari 2021 sampai dengan 16 September 2021. Pada saat itu korban setor Rp 185.000 untuk arisan dengan system KL 7 JT /7 HR atau korban akan mendapatkan senilai Rp 7.000.000 per 7 hari sekali,”lanjutnya.
Karena korban mengaku sudah mendapatkan manfaat dari arisan online tersebut, sehingga korban ikut pula arisan dengan kode KL 10 JT /10 HR yang artinya pengikut arisan akan mendapatkan uang arisan setiap 10 hari sekali secara bergantian sesuai dengan nomor list/urutan yang dipilihnya.

“Untuk arisan yang kedua korban mengaku sudah mulai setor l5 April 2021 sampai dengan 2 September lalu, dengan nilai setoran Rp290.000. Pada saat itu, jumlah pengikut sebanyak 33 orang. Namun demikian, terkait arisan dengan kode KL 10 JT /10 HR tersebut, korban mengaku belum pernah mendapatkan uang arisan tersebut karena arisan tersebut diperkirakan akan selesai pada bulan Nopember 2021,”tutur Wakpolres.

Pada 16 September 2021, korban mengaku mendapatkan tawaran dari tersangka untuk mengikuti program investasi ONE PAY 1 JT dengan Kode KL176-18119/9 dengan iming-iming apabila nanti invest selanjutnya akan mendapatkan uang profit sebanyak 50 % selang 7 hari dan 8 hari dari uang investasi yang korban setorkan tersebut.

Tawaran tersangka yang menggiurkan itu menjadikan korban tertarik untuk berinvestasi. Pada 18 September 2021, korban telah menyetor uang investasi ke rekening bank tersangka sebesar Rp2.400.000, dengan harapan setiap 7 hari, secara bergantian sesuai dengan list/urutan, korban akan mendapatkan uang profit dan modal awal sebesar Rp6.500.000.

BERITA REKOMENDASI