Ribuan Orang Rayahan Gunungan Garebeg Besar

SRAGEN (KRjogja.com) – Anggota legislatif Kabupaten Sragen menuding Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati terlalu 'paranoid' terkait lambatnya pembahasan RAPBD Perubahan 2016. 

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Sragen, Faturohman menilai ketakutan berlebihan tersebut dinilai tidak beralasan karena legislatif sudah menjadwalkan pembahasan RAPBD Perubahan 2016 yang telah diajukan. Sebaliknya, Bupati menyadari bahwa proses pembahasan RAPBD Perubahan saat ini tengah berlangsung di legislatif. 

"Bupati diminta menghormati proses tersebut dan mempercayakan sepenuhnya di legislatif. Tidak mungkin legislatif akan menghambat pembahasan RAPBD Perubahan karena akan merugikan rakyat Sragen. Kami hanya ingin melakukan beberapa pencermatan item anggaran saja, samasekali tidak ada maksud menghambat. Kami merasa bupati terlalu paranoid dan berprasangka buruk pada teman-teman legislatif," ujarnya.

Secara khusus Faturohman menyoroti anggaran yang tercantum di RAPBD Perubahan terkesan terlalu dipaksakan dari segi item anggaran. Dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD 2016 sebesar Rp 90 miliar, hampir separonya akan dipakai untuk perbaikan infrastruktur. Tapi anggaran sebesar itu hanya dipusatkan di beberapa titik saja, tidak merata seluruh Sragen. (Sam)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI