Rugi Miliaran Rupiah, Polisi Tetapkan Tersangka Penipuan Rumah Sakit Ortopedi Purwokerto

Editor: KRjogja/Gus

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Setelah melalui penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas menetapkan Ben (55) Direktur salah satu perusahaan alat medis di Jakarta. Tersangka diduga melakukan penipuan dengan korban Rumah Sakit Ortopedi (RSOP) Purwokerto dalam pembelian alat medis jenis Magnetic Resonance Imoging (MRI) dengan kerugian mencapai sekitar Rp 7 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, saat dikonfirmasi Selasa (2/2/2021) membenarkan pihaknya sudah menetapkan tersangka Ben, setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan gelar perkara.”Penyidik sudah menetapkan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan,” kata Berry.

Ditemui terpisah kuasa hukum RSOP Purwokerto, Arif Budi Cahyano, menjelaskan kasus dugaan penipuan itu berawal kliennya Nurbania Putri Direktur RSOP mengajukan kredit ke Bank Mandiri Purwokerto pada tahun 2017 sebesar Rp 10 miliar untuk pembelian alat MRI. Namun pengajuan kredit tersebut ditolak. Namun oleh oknum pegawai Bank Mandiri disarankan untuk membeli alat MRI melalui rekanananya di Jakarta dengan alasan lebih murah yakni Rp 7 miliar.

Dalam pembelian alat MRI tersebut pihak Bank Mandiri bersedia mencairkan kredit Rp 4,2 miliar sedang pihak RSOP menyediakan Rp 2,2 miliar, yang digunakan untukan pembelian alat MRI. “Namun setelah ditunggu hingga sekitar enam bulan alat MRI tidak juga datang,” kata Arif.

BERITA REKOMENDASI