Salahgunakan APBD, Mantan Camat Dituntut 1 Tahun 8 Bulan

Editor: Agus Sigit

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga menuntut terdakwa Raharjo Minulyo pidana penjara 1 tahun 8 bulan potong masa tahanan. Selain hukuman penjara, dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, JPU  Fahmi, SH juga menuntut mantan camat Purbalingga itu membayar denda Rp 50 Juta.

“Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana pengganti denda selama 3 (tiga) bulan kurungan,” tutur Kasi Humas Kejari Purbalingga,  Bambang, usai pelaksanaan sidang secara virtual, Selasa siang (25/1/2022).

Tidak hanya pidana penjara dan denda, JPU meminta hakim memutus agar terdakwa dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 194.850.524. Dengan ketentuan bila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Bila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Purbalingga menangkap dan menahan Raharjo Minulyo, camat Purbalingga. Raharjo Minulyo diduga menyalahgunaan dana APBD Purbalingga sejak 2017-2020 dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Raharjo Minulyo sempat mengembalikan sejumlah dana. tapi kejaksaan tetap melanjutkan proses hukumnya.

“Total nilai kerugian daerah sekitar Rp 424.965.970. Saat kejaksaan mulai melakukan penyidikan, Raharjo Minulyo mengembalikan uang Rp 110.115.446,” ujar Bambang.  (Rus)

 

BERITA REKOMENDASI