Sanksi Lemah, Bendung Gerak Serayu Penuh Sampah Rumah Tangga

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Bendung Gerak Serayu (BGS) Rawalo, Banyumas pada musim hujan saat ini dipenuhi sampah rumah tangga yang merupakan kiriman dari empat kabupaten di Jawa Tengah bagian selatan seperti Kabupaten Wonosibo, Banjarnegara, Purbalingga dan Banyumas. 

"Semua sampah rumah tangga yang dibuang warga ke saluran sungai di empat kabupaten semuanya  kumpul di BGS Rawalo, sehingga petugas setiap hari harus membuangnya," kata anggota Dewan Sumber Daya Air Jawa Tengah, Eddy Wahono saat melakukan pemantuan di BGS Rawalo, Banyumas, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya kalau didata setiap hari kiriman sampah rumah tangga yang dibuang warga ke sungai yang kemudian bermuara di Sungai Serayu jumlah sampai puluhan meter kubik.

Jika tidak segera dibuang, maka tumpukan sampah ini akan menggangu drainase dan saluran irigasi BGS yang mengairi sawah 27 ribu hektare di Banyumas, dan Cilacap.

Dampak pembuangan sampah rumah tangga ke sungai bisa menimbulkan banjir, karena saluran irigasi dari BGS  mampet akibat tumpukan sampah. Berkaitan banyaknya tumpukan sampah khususnya pada musim hujan ini, ia mengingatkan kepada warga mukim di empat kabupaten yang sungainya bermuara ke Sungai Serayu untuk tidak membuang sampah.

Karena dampaknya bisa menimbulkan banjir di wilayah Banyumas selatan dan Kabupaten Cilacap. Kepada empat pemarintah kabupaten yang sungainya bermuara di Sungai Serayu supaya membuat aturan dengan sanksi pidana agar warga yang membuang sampah ke sungai.

Diharapkan dengan adanya aturan yang dikemas dalam peraturan daerah (Perda) setidaknya dapat mengurangi volume sampah ke Sungai Serayu yang menjadi sumber kehidupan bagi warga di lima kabupaten di eks Karesidenan Banyumas dan Kabupaten Wonosobo.(Dri)

BERITA REKOMENDASI