Satkar – Taru Cilacap Resmi Beroperasi

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJAcom – Kini Cilacap telah resmi memiliki Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu (Satkar Taru), menyusul diluncurkannya aplikasi Satkar Taru tersebut, Rabu (16/06/2021). Peluncuran aplikasi tersebut melalui apel siaga pemadam kebakaran yang diikuti seluruh kantor dan perusahaan besar yang menjadi anggota Satkar Keberadaan Satkar Taru, sekaligus memotong birokrasi dalam penanganan kebakaran ketika terjadi suatu kebakaran di Cilacap.

Artinya, anggota Satkar Taru bisa langsung bergerak begitu ada kebakaran di wilayah Kabupaten Cilacap, tanpa harus izin ke pimpinan perusahaannya. Terutama, satuan pemadam kebakaran yang terdekat dengan lokasi kebakaran.

“Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar untuk beragam aktivitas berskala nasional. Misalnya keberadaan kilang minyak dengan kapasitas produksi mencapai 400.000 barrel per hari yang menyuplai 30 persen kebutuhan minyak nasional, dan PLTU yang terkoneksi dengan sistem kelistrikan Jawa – Bali,” ujar Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Cilacap berkomitmen terus mengembangkan sektor industri baru, untuk mempermudah lnvestasi dalam skala yang lebih besar. “Dalam dunia lndustri, keselamatan kerja merupakan suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan. Salah satu potensi bahaya dalam industri yang harus mendapatkan perhatian besar yaitu potensi bahaya terjadinya kebakaran di tempat kerja,” lanjutnya.

Dijelaskan, kebakaran merupakan suatu musibah yang menimbulkan berbagai macam kerugian yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi seperti sakit, cidera bahkan meninggal dunia. Sedangkan kebakaran perusahaan merupakan sesuatu hal yang sangat tidak diinginkan. Bagi tenaga kerja kebakaran perusahaan merupakan penderitaan dan malapetaka khususnya terhadap mereka yang tertimpa kecelakaan dan dapat berakibat kehilangan pekerjaan, sekalipun mereka tidak menderita celaka.

“Akibat kebakaran, hasil usaha dan upaya yang sekian lama atau dengan susah payah dikerjakan dapat menjadi hilang sama sekali. Jerih payah berbulan-bulan atau bertahun-tahun dapat musnah hanya dalam waktu beberapa jam atau kadang-kadang beberapa menit saja,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada, angka kejadian kebakaran pada tahun 2018 sebanyak 110 kejadian dengan kerugian mencapai Rp. 25.543.290.000. Pada tahun 2019 meningkat menjadi 123 kejadian dengan kerugian mencapai Rp. 6.893.250.000, dan pada tahun 2020 menurun menjadi 64 kejadian dengan tingkat kerugian mencapai Rp. 3.095.000.000.

“Oleh karena itu harapan saya kepada dunia usaha, khususnya yang memiliki unit layanan Pemadam kebakaran, agar ikut terlibat dan berkomitmen yang sama, bahwa urusan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama semua pihak,” katanya.

Untuk memperkuat keberadaan Satkar Taru, telah terbit Peraturan Bupati Cilacap Nomor 71 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembentukan Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu di Kabupaten Cilacap. Melalui peraturan Bupati Cilacap tersebut diharapkan seluruh komponen yang menjadi bagian dari Satkar Taru akan semakin bersinergi dan memiliki ruang lingkup yang semakin luas tidak hanya penanggulangan kebakaran. (Otu)

BERITA REKOMENDASI