Sedimentasi di Waduk PLTA Mrica Mencapai 6 Juta Meterkubik/Tahun

Editor: Agus Sigit

BANJARNEGARA,KRJOGJA.com – Tingkat sedimentasi di waduk PLTA Mrica Banjarnegara meningkat pesat. Pada 2021 volume sedimen yang terbawa arus sungai Serayu ke waduk tersebut mencapai 6,5 juta meterkubik.

Sedangkan pada 10 tahun terakhir rata-rata volume sedimen 4 juta meterkubik/tahun. Padahal, waduk didesain hanya menampung sedimen 2,5 juta meterkubik/tahun.

Demikian dikatakan oleh General Manajer PT Indonesia Power Mrica PGU, PS Kuncoro, saat menerima kunjungan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Jawa Tengah, Abdul Kholik, Rabu (27/7).

Menurut Kuncoro, tingginya sedimentasi disebabkan rusaknya lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu terutama pegununungan Dieng. “Ini menjadi ancaman serius bagi kelestarian waduk. Kalau tak diatasi dengan baik, dalam beberapa tahun ke depan waduk kehilangan fungsi sebagai penghasil listrik, penyedia air irigasi dan pengendali banjir,” katanya.

Waduk PLTA Mrica memiliki kapasitas 180 MW dan menjadi sumber air bagi 5.000 hektare lebih lahan pertanian di wilayah Banjarnegara dan Purbalingga. Waduk yang berada di Desa Bawang itu, juga berfungsi sebagai pengendali banjir di beberapa kabupaten di daerah hilir sungai Serayu wilayah eks Karesidenan Banyumas.

Kuncoro mengatakan, langkah-langkah pengendalian sedimentasi sudah dilakukan dengan melibatkan Pemkab. Bentuk kegiatannya antara lain berupa penanaman penghijauan. PT Indonesia Power juga melakukan pengerukan material untuk menjaga ketersediaan air. Namun diakui, hasilnya belum makskmal.

“Kapasitas pengerukan, sesuai kemampuan sarana yang ada sekarang, hanya 1 juta meterkubik,” ujar Kuncoro. Menurutnya, untuk menyelamatkan kelestarian waduk mutlak diperlukan sinergitas antar Pemkab di wilayah DAS Serayu dengan pemerintah Pusat.

Anggota DPD Abdul Kholik menyatakan konsen terhadap upaya-upaya penyelamatan DAS Serayu. Termasuk langkah Balai Besar Sungai Serayu Opak dengan membangun dam pengendali lumpur, meski ternyata kurang efektif.

Abdul kholik juga mengapresiasi langkah 5 Pemkab di DAS Serayu meminta Pusat turun tangan. “Kami akan mengawal di tingkat Pusat agar secepatnya ada langkah konkrit. Waduk PLTA Mrica harus diselamatkan,” katanya. (Mad)

 

 

BERITA REKOMENDASI