Sejumlah Restoran Masih Pakai Elpiji Subsidi

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Inspeksi mendadak (sidak) elpiji oleh tim monitoring di wilayah Kecamatan Bobotsari Purbalingga Kamis (25/10/2018) menemukan fakta sejumlah restoran dan katering di   masih menggunakan elpiji subsidi 3 kilogram. Tim bertindak menukar tabung elpiji 3 kilogram itu dengan tabung elpiji 5,5 kilogram.

"Tim monitoring sudah membawa satu armada truk berisi tabung elpiji nonsubsidi," tutur Kabid Perdagangan Dinperindag Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin kepada KRJOGJA.com, Kamis (25/10/2018).

Tim terdiri Dinas Perindustrian Perdagangan (Dimperindag)  Purbalingga, Pertamina, Hiswana Migas Purbalingga dan Polres Purbalingga. Sidak menyasar  sedikitnya sepuluh lokasi restoran dan katering.

"Hasilnya, ada enam tempat yang masih menggunakan elpiji subsidi untuk memasak. Ini kan tidak boleh. Harusnya pakai yang nonsubsidi. Kami pun beri mereka pengertian," ujarnya.

Pemilik restoran mengaku sudah tahu usaha mereka tidak diperbolehkan menggunakan elpiji bersubsidi. Tapi mereka beralasan, di wilayah mereka tidak ditemukan elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. "Ya terpaksa menggunakan gas yang 3 kilogram," tutur seorang pemilik warung makan di Bobotsari.

Koordinator daerah (Korda) Elpiji 3 Kilogram Hiswana Migas Purbalingga, Hendi menyebutkan, pihak agen sudah mengisi semua pangkalan dengan gas nonsubsidi 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Hanya saja, banyak pangkalan yang sering mengeluh sepinya penjualan gas elpiji nonsubsidi itu. (Rus)

BERITA REKOMENDASI